Rupiah Ditutup Lesu Rp17.995 per Dolar AS Sore Ini

CNN Indonesia
Senin, 06 Jul 2026 16:20 WIB
Petugas menghitung uang dolar AS dan uang Rupiah di salah satu kantor cabang PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, KCU Melawai, Jakarta, Selasa (16/8/2022). Nilai tukar rupiah ditutup melemah 26,5 poin atau 0,18 persen ke Rp14.768 per dolar AS pada
Nilai tukar rupiah ditutup melemah 0,18 persen ke Rp17.995 per dolar AS pada perdagangan Senin (6/7) sore. Ilustrasi. (ANTARA FOTO/RENO ESNIR).
Jakarta, CNN Indonesia --

Nilai tukar rupiah ditutup di level Rp17.995 per dolar AS pada perdagangan Senin (6/7) sore. Mata uang Garuda melemah 32 poin atau 0,18 persen dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya.

Pelemahan rupiah terjadi seiring mayoritas mata uang Asia yang juga tertekan terhadap dolar AS.

Yuan China turun 0,16 persen, peso Filipina melemah 0,11 persen, ringgit Malaysia terdepresiasi 0,17 persen, dolar Singapura melemah 0,11 persen, yen Jepang turun 0,56 persen, dan won Korea Selatan terkoreksi 0,15 persen.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sementara itu, dolar Hong Kong menjadi satu-satunya mata uang di kawasan yang menguat tipis 0,01 persen.

Mata uang utama negara maju juga mayoritas melemah terhadap dolar AS. Euro Eropa turun 0,11 persen, poundsterling Inggris melemah 0,04 persen, dolar Australia terkoreksi 0,05 persen, dolar Kanada turun 0,15 persen, dan franc Swiss melemah 0,20 persen.

Analis mata uang DOO Financial Futures Lukman Leong mengatakan sentimen terhadap rupiah masih cenderung negatif setelah Indonesia mendapat peringatan dari lembaga pemeringkat terkait potensi penurunan peringkat utang.

"Secara umum sentimen terhadap rupiah masih lemah dan tertekan sejak mendapat peringatan dari Fitch mengenai potensi penurunan peringkat kredit Indonesia," ujar Lukman kepada CNNIndonesia.com.

Menurut Lukman, pelaku pasar juga masih bersikap hati-hati menjelang sejumlah rilis data ekonomi domestik penting sepanjang pekan ini.

"Investor mengantisipasi sejumlah data ekonomi domestik yang akan dirilis pekan ini, di antaranya cadangan devisa, penjualan ritel, dan indeks kepercayaan konsumen," terang Lukman.

[Gambas:Video CNN]

(lau/sfr) Add as a preferred
source on Google