REKOMENDASI SAHAM

Intip Deret Saham Berpotensi Cuan di Awal Juli

CNN Indonesia
Senin, 06 Jul 2026 07:55 WIB
Papan monitor pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) di gedung Bursa efek Indonesia, Jakarta, 27 Februari 2019. Pada pembukaan  saham sesi pertaman , Rabu (27/2/2019), IHSG melemah 8,915 poin (0,10%) ke 6.535,136. Indeks LQ 45 berkurang 1,715
Dalam sepekan terakhir, indeks saham menguat dalam tiga hari. Sementara dua hari sisanya IHSG cenderung melemah. (FOTO: CNN Indonesia/Hesti Rika).
Jakarta, CNN Indonesia --

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 131,22 poin atau naik 2,28 persen di level 5.875 pada Jumat (3/7) silam.

Investor melakukan transaksi sebesar Rp10,54 triliun dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 18,14 miliar saham.

Dalam sepekan terakhir, indeks saham menguat dalam tiga hari. Sementara dua hari sisanya melemah. Tak heran, performa indeks pun tercatat menurun 0,35 persen sepanjang pekan kemarin.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Senada, Sekretaris Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI) Kautsar Primadi Nurahmad mengatakan selama periode tanggal 29 Juni sampai dengan 3 Juli 2026 perdagangan saham ditutup negatif.

Tercatat, kapitalisasi pasar bursa mengalami penurunan sebesar 0,14 persen dari Rp10.302 triliun menjadi Rp10.287 triliun pada pekan lalu. Kemudian, rata-rata volume transaksi harian mengalami penurunan sebesar 30,35 persen dari 25,18 miliar menjadi 17,54 miliar lembar saham.

Lalu, rata-rata nilai transaksi harian pun turut mengalami penurunan sebesar 35,90 persen dari Rp17,58 triliun menjadi Rp11,27 triliun.

[Gambas:Youtube]

Sementara itu, rata-rata frekuensi transaksi harian juga menurun yakni sebesar 16,71 persen dari 1,73 juta kali transaksi menjadi 1,44 juta kali transaksi pada penutupan pekan lalu.

"Adapun investor asing hari ini mencatatkan nilai beli bersih Rp6,08 miliar dan sepanjang tahun 2026, investor asing mencatatkan nilai jual bersih sebesar Rp74,42 triliun," katanya dalam keterangan resmi, Jumat (3/7).

Lantas seperti apa proyeksi pergerakan IHSG untuk sepekan ke depan?

Analis Teknikal MNC Sekuritas Herditya Wicaksana memperkirakan ruang penguatan indeks saham pada perdagangan sepekan ke depan mulai terbatas. Menurut dia, IHSG diproyeksikan bergerak pada level support 5.486 dan resistance 6.286.

Pergerakan pasar akan dipengaruhi oleh sejumlah sentimen, mulai dari rilis data cadangan devisa dan Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Indonesia, neraca dagang, hingga risalah rapat Federal Open Market Committee (FOMC Minutes).

Di sisi lain, peluang kenaikan harga komoditas emas masih terbuka, sementara investor juga akan terus mencermati pergerakan nilai tukar rupiah yang saat ini masih berada di level psikologis Rp18 ribu per dolar AS.

"Sentimen yang akan dicermati antara lain rilis data cadangan devisa dan IKK Indonesia, neraca dagang, FOMC Minutes, peluang penguatan harga emas, serta pergerakan nilai tukar yang masih berada di level psikologis Rp18 ribu," ujar Herditya kepada CNNIndonesia.com, Senin (6/7).

Berdasarkan analisis teknikal, Herditya pun merekomendasikan beberapa saham yang bisa dikoleksi. Pertama, saham PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk atau JPFA yang ditutup menguat 4,37 persen ke posisi 2.030 pada pekan lalu. Herditya memproyeksi JPFA dapat menyentuh level 2.210 pada pekan ini.

Kedua, saham Multipolar atau MLPL yang ditutup menguat 3,80 persen ke posisi 82 pekan lalu. Herditya memproyeksi MLPL dapat menyentuh level 97 pada pekan ini.

Ketiga, ia juga merekomendasikan PT J Resources Asia Pasifik Tbk atau PSAB yang ditutup menguat 4,08 persen ke level 408 pekan lalu. Herditya memproyeksi PSAB dapat menyentuh level 464 pada pekan ini.

Sementara itu, Founder Republik Investor Hendra Wardana memperkirakan IHSG masih berpeluang melanjutkan penguatan pada perdagangan Senin (6/7), meski ruang kenaikannya mulai terbatas setelah melonjak 2,28 persen ke level 5.875 pada penutupan Jumat (3/7).

Menurut dia, penguatan tersebut ditopang kombinasi sentimen global dan domestik yang membaik.

Dari eksternal, pasar merespons positif data ketenagakerjaan Amerika Serikat yang lebih lemah dari ekspektasi sehingga memunculkan harapan bank sentral AS tidak lagi agresif menaikkan suku bunga dalam waktu dekat.

Kondisi tersebut mendorong investor kembali masuk ke aset berisiko, termasuk pasar saham negara berkembang. Optimisme juga diperkuat oleh data PMI di sejumlah negara Asia yang masih berada di zona ekspansi, penguatan bursa regional, serta apresiasi rupiah ke kisaran Rp17.962 per dolar AS.

Sementara dari dalam negeri, hampir seluruh sektor mencatatkan penguatan dengan sektor perindustrian menjadi motor utama. Kenaikan juga didukung aksi bargain hunting pada sejumlah saham yang sebelumnya mengalami koreksi cukup dalam.

"Reli yang terjadi saat ini lebih banyak ditopang oleh investor domestik dan membaiknya sentimen global dibandingkan adanya arus masuk dana asing," ujar Hendra.

Meski demikian, ia mengingatkan kenaikan IHSG masih perlu disikapi secara selektif karena belum didukung arus dana asing yang kuat. Sepanjang tahun berjalan, investor asing masih membukukan net sell sekitar Rp88 triliun, bahkan pada perdagangan Jumat kembali mencatatkan net sell sekitar Rp16 miliar.

Selama investor asing belum kembali melakukan akumulasi secara konsisten, potensi volatilitas pasar dinilai masih tinggi sehingga penguatan indeks diperkirakan berlangsung secara bertahap.

Ia pun menyarankan investor dapat mencermati beberapa saham dari emiten ia rekomendasikan. Hendra pun merekomendasikan saham PT Bank Syariah Indonesia Tbk atau BRIS yang ditutup menguat 3,55 persen ke level 1.750 pada pekan lalu. Ia memproyeksi BRIS dapat menyentuh level 1.945 pada pekan ini.

Kemudian, Hendra pun merekomendasikan saham PT Merdeka Copper Gold Tbk atau MDKA yang ditutup menguat 6,30 persen ke level 2.700 pada pekan lalu. Ia memproyeksi MDKA dapat menyentuh level 2.900 pada pekan ini.

Lalu, Hendra juga merekomendasikan saham PT Surya Citra Media Tbk atau SCMA yang ditutup menguat 6,06 persen ke level 210 pada pekan lalu. Ia memproyeksikan SCMA dapat menyentuh level 250 pada pekan ini.

Catatan Redaksi: Berita ini tidak dibuat untuk merekomendasikan atau tidak merekomendasikan saham tertentu. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan pembaca.

(del/ins) Add as a preferred
source on Google