Bulog Kawal Gerakan Tanam Padi Serentak di Cetak Sawah Merauke

Bulog | CNN Indonesia
Senin, 06 Jul 2026 10:20 WIB
BNR Bulog
Gerakan Tanam Padi Serentak di kawasan cetak sawah Desa Waninggap Kai, Merauke, Papua Selatan, Sabtu (4/7). (Foto: Arsip Bulog)
Jakarta, CNN Indonesia --

Perum Bulog kembali menegaskan dukungannya terhadap program swasembada pangan nasional. Kali ini dukungan diwujudkan lewat keterlibatan dalam Gerakan Tanam Padi Serentak di kawasan cetak sawah Desa Waninggap Kai, Distrik Semangga, Kabupaten Merauke, Papua Selatan, Sabtu (4/7).

Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman. Program ini menjadi bagian dari upaya pemerintah mempercepat pengembangan kawasan pangan baru sekaligus memastikan hasil panen petani terserap dengan baik.

Ia menyebut Papua Selatan diproyeksikan menjadi salah satu pusat pertumbuhan pangan nasional. Kawasan ini akan dikembangkan melalui pertanian modern yang terintegrasi dari hulu ke hilir.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Program cetak sawah ini merupakan aspirasi masyarakat dan seluruh lahannya tetap menjadi milik masyarakat. Pemerintah hadir memberikan dukungan melalui pembangunan infrastruktur, alat dan mesin pertanian, benih, pendampingan, hingga menjamin hasil panen petani terserap dengan harga yang menguntungkan," ujarnya dalam keterangan tertulis, Sabtu (4/7).

Amran juga mengajak seluruh pihak untuk bekerja keras serta berkolaborasi agar sektor pertanian dapat menjadi jalan menuju kesejahteraan masyarakat.

Di sisi lain, Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menyatakan pihaknya siap mendukung penuh keberhasilan program strategis pemerintah ini. Menurutnya, peningkatan produksi pangan harus dibarengi jaminan penyerapan agar petani mendapat kepastian pasar, supaya harga jual gabah tetap layak bagi petani.

"BULOG berkomitmen menjadi mitra strategis petani dalam menjaga keberlanjutan produksi pangan nasional. Sinergi bersama Kementerian Pertanian, pemerintah daerah, TNI, Polri, dan seluruh pemangku kepentingan akan terus diperkuat," kata dia.

Ia menambahkan sinergi tersebut bertujuan memastikan setiap peningkatan produksi bisa terserap secara optimal. Langkah ini sekaligus memperkuat Cadangan Pangan Pemerintah dan meningkatkan kesejahteraan petani.

Sebagai informasi, Papua Selatan saat ini menjadi episentrum pengembangan kawasan pangan baru nasional. Pemerintah telah mengembangkan 83.030 hektare lahan cetak sawah dan 54.399 hektare optimalisasi lahan di seluruh Tanah Papua.

Dari jumlah tersebut, Papua Selatan menjadi wilayah pengembangan terbesar. Wilayah ini memiliki 48.934 hektare lahan cetak sawah dan 53.499 hektare optimalisasi lahan, atau hampir 100 ribu hektare kawasan produksi pangan.

Untuk mempercepat pengembangan kawasan ini, pemerintah mengalokasikan dukungan sebesar Rp1,3 triliun pada 2026. Dana ini mencakup penyediaan benih unggul, alat dan mesin pertanian, pembangunan Rice Milling Unit, dryer, gudang penyimpanan, hingga infrastruktur pendukung lainnya.

Langkah tersebut menjadi bagian dari transformasi menuju pertanian modern. Tujuannya meningkatkan produktivitas sekaligus efisiensi usaha tani di kawasan tersebut.

Modernisasi pertanian di Merauke sejauh ini menunjukkan hasil positif. Pemanfaatan traktor, drone pertanian, rice transplanter, dan combine harvester mendorong produktivitas gabah naik dari sekitar 3 ton per hektare menjadi 4 hingga 7 ton per hektare.

Indeks pertanaman di kawasan ini juga sudah mencapai dua kali tanam per tahun. Angka ini ditargetkan naik menjadi tiga kali tanam agar produksi pangan nasional terus bertambah.

Peningkatan produktivitas turut berdampak pada kesejahteraan petani setempat. Berdasarkan data pemerintah daerah, pendapatan petani di kawasan pengembangan naik hingga 300 persen setelah memanfaatkan program cetak sawah dan mekanisasi pertanian.

Antusiasme petani terhadap program ini pun tergolong tinggi. Mereka mengusulkan penambahan sekitar 2.000 hektare lahan cetak sawah baru untuk mendukung peningkatan produksi pangan di wilayah tersebut.

Seiring meningkatnya produksi pertanian, pemerintah memastikan hasil panen petani memiliki kepastian pasar. Perum Bulog mengambil peran sebagai offtaker yang menyerap gabah dan beras petani sesuai ketentuan pemerintah.

Untuk mendukung kelancaran penyerapan, pemerintah akan membangun gudang Bulog di Merauke dengan kapasitas awal sekitar 3.000 ton. Kapasitas ini dapat ditingkatkan hingga 5.000 ton dan dilengkapi fasilitas pascapanen seperti dryer dan unit pengolahan beras.

Kehadiran infrastruktur tersebut diharapkan menjaga mutu hasil panen dan mengurangi kehilangan hasil pascapanen. Fasilitas ini juga diharapkan memperkuat rantai pasok pangan nasional dari hulu hingga hilir.

Pengembangan kawasan pangan di Papua Selatan tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi. Program ini juga diarahkan untuk menciptakan nilai ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat setempat.

Pemerintah memproyeksikan nilai ekonomi kawasan pertanian yang saat ini mencapai sekitar Rp1,3 triliun dapat meningkat signifikan. Jika target produktivitas mencapai 7 ton per hektare dan indeks pertanaman naik menjadi tiga kali tanam per tahun, nilai ekonominya diperkirakan menembus Rp13 triliun per tahun.

(rir) Add as a preferred
source on Google