Purbaya Sebut Anggaran MBG Tahun Depan Turun: Efisiensi Besar-besaran
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan pemerintah bakal kembali mengefisiensikan anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) secara besar-besaran.
Purbaya mengatakan anggaran MBG tahun ini, yang semula dialokasikan sekitar Rp330 triliun, diturunkan menjadi Rp270 triliun. Menurut dia, angkanya masih berpotensi kembali dipangkas lebih besar lagi.
"Jadi kalau tadinya kita alokasikan Rp330 triliun, turun ke Rp270 triliun, nanti mungkin turun lagi ke level yang lebih rendah lagi dari itu. Jadi akan dilakukan efisiensi yang besar-besaran. Ini perintah Bapak Presiden," ujar Purbaya dalam wawancara bersama Denny Sumargo yang diunggah di kanal YouTube CURHAT BANG Denny Sumargo, Kamis (2/7).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia menegaskan MBG tetap menjadi salah satu program unggulan Presiden Prabowo Subianto, sehingga tidak akan dihapus. Pemerintah, kata dia, memilih melakukan efisiensi terhadap pelaksanaannya.
Purbaya mengakui pelaksanaan MBG pada tahap awal masih menyisakan banyak kekurangan. Namun, menurut dia, berbagai kelemahan tersebut kini tengah dibenahi.
Guna memperketat pengawasan, Kementerian Keuangan akan ikut memantau penggunaan anggaran MBG oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di daerah melalui unit kerja Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb).
Menurut dia, hasil pemantauan akan dilaporkan kepada Badan Gizi Nasional (BGN) agar segera ditindaklanjuti apabila ditemukan pelanggaran.
"Mereka (unit kerja DJPb di daerah) kasih laporannya ke saya. Nanti kalau memang jelek, saya akan laporkan ke BGN untuk dia ambil tindakan," ujar Purbaya.
Apabila rekomendasi tersebut tidak ditindaklanjuti, Kementerian Keuangan memiliki kewenangan untuk menyesuaikan anggaran.
"Nah kalau enggak ambil tindakan dalam keadaan seperti itu baru saya bisa potong anggarannya," ujar Purbaya.
Purbaya juga memastikan Prabowo mendengarkan kritik masyarakat terhadap penggunaan APBN, termasuk anggaran MBG. Menurut dia, hal itu tercermin dari langkah pemerintah yang terus memperbaiki tata kelola program tersebut.
Selain itu, ia mengatakan anggaran MBG tahun depan juga akan diturunkan.
"Presiden mendengarkan kok masukan itu. Buktinya BGN kan diobrak-abrik dan dilakukan penghematan besar-besaran. Kita akan potong lagi (anggarannya) dalam beberapa bulan ke depan. Anggarannya tahun depan juga akan kita turunkan lagi dan kita akan awasi sekarang dengan Kementerian Keuangan," ujar Purbaya.
Beberapa hari lalu, Purbaya telah mendapatkan laporan langsung dari Kepala BGN Nanik S Deyang mengenai rencana efisiensi lanjutan anggaran MBG. Namun, besaran pemangkasan akan diumumkan langsung oleh Kepala BGN.
"Kemarin saya ketemu Kepala BGN. Sudah ke sini dia melaporkan bahwa akan ada penghematan lebih lanjut dari program BGN. Saya pikir cukup signifikan, tapi nanti biar Kepala BGN yang mengumumkan," ujarnya dalam konferensi pers di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Jumat (26/6).
Ia memastikan pemangkasan anggaran yang disiapkan akan cukup signifikan dan membuat penggunaan anggaran negara lebih aman.
"Jadi, cukup signifikan pengurangannya. Yang jelas, anggaran kita menjadi lebih aman," ujarnya.
Purbaya juga mengaku mendukung apabila masih terdapat ruang untuk meningkatkan efisiensi anggaran MBG.
"Saya setuju apalagi kalau dipotong lebih banyak lagi, tapi biar programnya jalan. Artinya kan ada efisiensi yang lebih bagus. Kalau kemarin saya lihat proposalnya ada efisiensi yang lebih bagus. Walaupun masih bisa dikurangi sedikit lagi," ujarnya.
(dhz/sfr) Add
as a preferred source on Google