PLN Pastikan Tak Ada Lagi Mati Lampu Bergilir di Jawa Sejak 21 Juni

CNN Indonesia
Jumat, 03 Jul 2026 13:41 WIB
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo saat konferensi pers di Kantor Pusat PLN, Sabtu (23/5) mengatakan fokus utama PLN pascagangguan adalah mengoperasikan kembali pembangkit-pembangkit yang sebelumnya terdampak untuk kemudian diselaraskan kembali de
mengatakan kondisi sistem kelistrikan di Pulau Jawa kini telah kembali normal setelah sebelumnya sempat mengalami gangguan pasokan. (FOTO:Arsip PLN).
Jakarta, CNN Indonesia --

PT PLN (Persero) memastikan tidak ada lagi pemadaman listrik bergilir bergilir di Jawa sejak 21 Juni 2026. Perseroan menyebut kondisi tersebut tercapai berkat dukungan pasokan batu bara dan penguatan keandalan sistem kelistrikan.

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengatakan kondisi sistem kelistrikan di Pulau Jawa kini telah kembali normal setelah sebelumnya sempat mengalami gangguan pasokan.

"Kami melaporkan, ini atas dukungan Bapak Menteri ESDM dan juga Dirjen Ketenagalistrikan dan juga Dirjen Minerba, kondisi sistem kelistrikan, terutama di Jawa, ini sudah tidak ada lagi pemadaman bergilir sejak tanggal 21 Juni 2026," ujar Darmawan dalam Rapat Kerja Komisi XII DPR RI, Kamis (2/7).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia mengatakan PLN bersama Kementerian ESDM terus menjaga sekaligus meningkatkan keandalan sistem kelistrikan melalui berbagai program yang telah disiapkan. Salah satu langkah utama adalah penambahan alokasi batu bara berkalori menengah hingga tinggi, yakni di atas 4.500 kalori, yang dikhususkan untuk kebutuhan pembangkit PLN.

Pada Juli 2026, Kementerian ESDM mengalokasikan tambahan pasokan batu bara sebesar 1,8 juta ton di luar pasokan yang sudah ada. Sementara mulai Agustus hingga Desember, tambahan pasokan ditingkatkan menjadi 3 juta ton setiap bulan.

Darmawan menjelaskan tambahan pasokan tersebut akan meningkatkan daya mampu pasok pembangkit listrik hingga sekitar 5 gigawatt di atas kapasitas eksisting sebesar 35,9 gigawatt.

[Gambas:Youtube]

Dengan tambahan kapasitas tersebut, ia optimistis sistem kelistrikan di Pulau Jawa akan menjadi lebih andal sehingga mampu memenuhi kebutuhan listrik masyarakat maupun sektor industri.

"Tentu saja ini akan membuat sistem kelistrikan di Pulau Jawa menjadi jauh lebih andal lagi," pungkasnya.

(ldy/ins) Add as a preferred
source on Google