Pertamina-Pupuk Indonesia Sinergi Perkuat Ketahanan Energi dan Pangan

Pertamina | CNN Indonesia
Rabu, 01 Jul 2026 17:31 WIB
Pertamina
Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Pertamina dan Pupuk Indonesia di Jakarta, Rabu (1/7). (Foto: Arsip Pertamina)
Jakarta, CNN Indonesia --

PT Pertamina (Persero) dan PT Pupuk Indonesia (Persero) resmi menjalin kerja sama strategis melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) di Jakarta, Rabu (1/7). Kolaborasi ini bertujuan memperkuat ketahanan energi nasional dan memastikan keberlanjutan pasokan bahan baku industri pupuk.

Direktur Utama Pertamina, Simon Aloysius Mantiri, mengatakan sinergi ini merupakan wujud Asta Cita Presiden Republik Indonesia. Fokusnya adalah membangun kemandirian bangsa melalui swasembada energi dan pangan.

"Tidak ada bangsa yang benar-benar berdaulat tanpa energi. Dan tidak ada bangsa yang benar-benar kuat tanpa pangan. Karena itu, Sinergi Pertamina dan Pupuk Indonesia merupakan dua fondasi utama kedaulatan Indonesia yakni energi dan pangan," ujarnya dalam keterangan tertulis, Rabu (1/7).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Simon menyebut kolaborasi ini sebagai kebutuhan strategis di tengah tantangan industri saat ini. Pertamina, kata dia, terus menjalankan transformasi melalui Dual Growth Strategy.

Strategi ini memperkuat bisnis inti untuk menjaga ketahanan energi nasional sekaligus membangun bisnis rendah karbon menuju Net Zero Emission.

Di sisi lain, Pupuk Indonesia memegang peran strategis dalam menjaga produktivitas pertanian nasional. Perusahaan pelat merah itu juga berperan memperkuat industri petrokimia dalam negeri.

"Ketika dua kekuatan ini dipadukan, saya percaya kita tidak hanya menciptakan efisiensi, kita membangun sebuah ekosistem strategis yang memperkuat fondasi industri dan ekonomi Bangsa Indonesia," jelas Simon.

Senada dengan Simon, Direktur Utama Pupuk Indonesia, Rahmad Pribadi, mengatakan Indonesia membutuhkan sektor energi yang kuat untuk menggerakkan industri. Industri yang kuat pada gilirannya dibutuhkan untuk mendukung ketahanan pangan dan mendorong pertumbuhan ekonomi.

Dirinya menilai Pertamina dan Pupuk Indonesia mengemban mandat yang saling melengkapi satu sama lain. Ia menyebut sinergi ini bukan sekadar hubungan bisnis antarperusahaan.

"Pertamina dan Pupuk Indonesia mengemban mandat yang saling melengkapi. Ketika kedua mandat tersebut dipadukan, yang kita bangun bukan sekadar hubungan antar perusahaan, melainkan kemitraan yang memperkuat ekosistem industri nasional," terang Rahmad.

Kemitraan ini, lanjutnya, juga diharapkan mampu meningkatkan daya saing industri sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi nasional secara lebih luas. Rahmad menekankan pentingnya perpaduan kompetensi kedua perusahaan pelat merah tersebut.

Ia menjelaskan, kompetensi Pertamina di sektor energi jika dipadukan dengan pengalaman Pupuk Indonesia di sektor pupuk dan petrokimia akan menciptakan sinergi baru. Sinergi itu diyakini menghasilkan nilai tambah lebih besar bagi kedua perusahaan.

"Oleh karena itu, sinergi antara Pertamina dan Pupuk Indonesia merupakan langkah penting untuk mengintegrasikan kekuatan kedua perusahaan dalam menjawab tantangan sekaligus menangkap peluang pertumbuhan di masa depan," imbuh dia.

Sebagai informasi, Nota Kesepahaman ini akan menjadi landasan awal bagi kedua perusahaan untuk mengeksplorasi berbagai peluang kerja sama lanjutan. Eksplorasi tersebut akan memanfaatkan kompetensi, aset strategis, dan kapabilitas masing-masing perusahaan.

Kolaborasi ini juga diharapkan mampu memperkuat ekosistem industri nasional secara menyeluruh. Selain itu, kerja sama ini didorong dapat mempercepat proses hilirisasi di dalam negeri.

Pertamina dan Pupuk Indonesia menyatakan sinergi ini turut ditujukan untuk meningkatkan nilai tambah dari sumber daya alam Indonesia. Langkah ini pada akhirnya diharapkan memperkuat daya saing industri dalam negeri di tengah persaingan global.

(rir) Add as a preferred
source on Google