Laporan Etik AS: Trump Kantongi Rp21,5 T dari Bisnis Kripto Keluarga

CNN Indonesia
Rabu, 01 Jul 2026 14:52 WIB
U.S. President Donald Trump holds a press conference during the G7 Summit in Evian-les-Bains, France, June 17, 2026. REUTERS/Evelyn Hockstein
Trump kerap dituding menghadapi konflik kepentingan karena berinvestasi di industri kripto sembari menjabat sebagai Presiden Amerika Serikat. (Foto: REUTERS/Evelyn Hockstein)
Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump membukukan pendapatan sekitar US$1,2 miliar atau sekitar Rp21,5 triliun (asumsi kurs Rp17.949) dari bisnis kripto keluarga pada 2025 atau di tahun pertama masa jabatan keduanya.

Informasi itu berdasarkan laporan keterbukaan keuangan Trump yang dirilis oleh Kantor Etika Pemerintah AS (Office of Government Ethics/OGE) yang dirilis pada Selasa (30/6).

Menurut dokumen setebal 927 halaman itu Trump menerima hampir US$550 juta atau setara Rp9,87 triliun dari keterkaitannya dengan startup kripto World Liberty Financial (WLF) sepanjang 2025.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

WLF didirikan bersama pada September 2024 oleh putra-putra Trump dan putra utusan khusus Timur Tengah Trump, Steve Witkoff.

Dokumen tersebut juga mencatat pendapatan royalti sebesar US$635 juta atau Rp11,39 triliun dari perjanjian lisensi yang terkait dengan mata uang kripto $TRUMP, yang diluncurkan hanya beberapa jam sebelum pelantikan Trump sebagai presiden pada Januari 2025.

Dokumen etik itu beberapa kali menyinggung WLF yang menerbitkan mata uang kripto WLFI. Penjualan awal token WLFI menghasilkan US$550 juta. Namun, sejak September 2025 nilainya anjlok dari 46 sen AS menjadi sekitar 6 sen AS per token saat ini.

Trump dan ketiga putranya juga memperoleh tambahan 22,5 miliar token WLFI melalui perusahaan perantara bernama DT Marks Defi. Kepemilikan tersebut saat ini bernilai sekitar US$1,3 miliar atau setara Rp23,3 triliun.

Pada April 2025, WLF juga meluncurkan stablecoin, yaitu mata uang digital yang nilainya dipatok terhadap dolar AS.

Selain pendapatan dari WLF dan aset kripto terkait, Trump juga memperoleh jutaan dolar dari kepemilikan saham di sejumlah perusahaan publik yang bergerak di sektor kripto, termasuk platform bursa aset digital Coinbase.

Laporan itu juga mencatat berbagai pemasukan dari produk bermerek Trump, mulai dari pakaian, stiker mobil hingga penjualan Alkitab yang dipasarkan bersama penyanyi country Lee Greenwood.

Aktivitas kripto Trump menjadi faktor utama yang membuat kekayaan pribadinya melonjak hampir tiga kali lipat. Menurut Forbes, kekayaannya Trump naik dari US$2,3 miliar atau Rp41,3 triliun menjadi US$6,5 miliar atau Rp117 triliun pada periode 2024-2026.

Mantan pengembang properti itu kerap dituding menghadapi konflik kepentingan, terutama karena berinvestasi di industri kripto sembari menjabat sebagai presiden. Pasalnya, Trump mengambil sejumlah langkah deregulasi yang berujung mendorong lonjakan harga aset kripto.

Namun, Gedung Putih membantah tudingan adanya persoalan etika terkait bisnis Trump dengan jabatan sebagai presiden.

"Baik Presiden maupun keluarganya tidak pernah terlibat, dan tidak akan pernah terlibat, dalam konflik kepentingan," kata Wakil Sekretaris Pers Utama Gedung Putih Anna Kelly dalam pernyataan kepada AFP, Rabu (1/6).

Kelly mengatakan Trump telah dengan bangga menjadikan Amerika Serikat sebagai ibu kota kripto dunia.

"Semua tindakan Presiden Trump dan pemerintahannya diambil demi kepentingan terbaik rakyat Amerika. Siapa pun yang menyebarkan narasi sebaliknya, hanya mengulang tuduhan lama dan keliru yang telah digaungkan Partai Demokrat dan media arus utama selama satu dekade," imbuhnya.

Undang-undang AS mewajibkan presiden dan wakil presiden Amerika melaporkan pendapatan serta aset mereka.

Aset Trump saat ini ditempatkan dalam sebuah trust yang dikelola oleh putranya, Donald Trump Jr.

Namun, anggaran dasar trust tersebut memungkinkan pembubarannya kapan saja, sehingga Trump dapat kembali mengendalikan aset tersebut setelah masa jabatan presidennya berakhir pada 2029.

[Gambas:Video CNN]

(pta/ins) Add as a preferred
source on Google