Purbaya Tarik Bertahap Uang Nganggur Negara dari Bank BUMN Rp300 T
Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mulai menarik secara bertahap dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) dari bank BUMN atau Himpunan Bank Milik Negara (Himbara).
Penarikan kembali dana mengendap pemerintah itu diungkap Direktur Jenderal Perbendaharaan Kemenkeu, Astera Primanto Bhakti.
"Secara bertahap, iya (sudah dikembalikan)," ujar Astera kepada wartawan di kantornya, Jakarta Pusat, Rabu (24/6) dikutip Detikfinance.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Dian Ediana Rae sebelumnya mengonfirmasi adanya penarikan dana SAL pemerintah yang ditempatkan di bank-bank Himbara. Terkait waktu dan mekanisme pelaksanaannya disebut menjadi kewenangan pemerintah.
Dian berharap proses penarikan dana dilakukan secara bertahap melalui masa transisi yang memadai sehingga tidak menekan likuiditas perbankan maupun mengganggu stabilitas sistem keuangan.
"Saya yakin Menteri Keuangan dan Gubernur BI akan mempertimbangkan hal tersebut sehingga proses transisinya dapat berjalan dengan baik tanpa menimbulkan gangguan terhadap likuiditas perbankan," ujar Dian dikutip Antara.
Pada September tahun lalu, Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa memindahkan dana SAL pemerintah yang 'nganggur' di Bank Indonesia ke bank-bank umum.
Pada tahap awal, dana nganggur yang ditebar Purbaya sebesar Rp200 triliun yang ditempatkan di lima bank umum.
Purbaya mengatakan nilai Rp200 triliun itu hanya sebagian dari total uang pemerintah yang mengendap di BI, yakni sebesar Rp425 triliun. Kebijakan itu telah disetujui oleh Presiden Prabowo Subianto.
Purbaya menjelaskan uang yang ditarik dari BI nantinya akan disimpan seperti deposito di bank umum. Pihak bank diberi keleluasaan menggunakan yang itu, tetapi tidak boleh untuk membeli surat utang negara (SUN).
"Nanti penyalurannya terserah bank. Tapi kalau saya mau pakai, saya ambil. Tapi nanti diupayakan nanti penyalurannya ke... bukan dibelikan SUN... Jadi uangnya betul-betul ada di sistem perekonomian, sehingga ekonominya bisa jalan," ungkapnya usai bertemu dengan Prabowo di Istana Kepresidenan, Rabu (10/9/2025).
Kemudian, Purbaya menambah lagi penempatan dana tersebut Rp100 triliun sehingga dana nganggur pemerintah di bank umum menjadi Rp300 triliun.
(pta/sfr) Add
as a preferred source on Google