Pertamina Cetak Kinerja Solid, Perkuat Ketahanan dan Transisi Energi

Pertamina | CNN Indonesia
Rabu, 24 Jun 2026 17:51 WIB
Pertamina
Gedung Pertamina. (Foto: Arsip Pertamina)
Jakarta, CNN Indonesia --

PT Pertamina (Persero) membukukan kinerja keuangan dan operasional yang positif sepanjang tahun buku 2025. Capaian ini diraih di tengah dinamika industri energi global serta berbagai tantangan ekonomi yang ada.

Melalui strategi korporasi yang efektif, perseroan tetap konsisten menjaga ketahanan energi nasional di seluruh lini bisnis. Pertamina juga terus memperkuat langkah transisi energi serta mempertahankan fundamental keuangan yang sehat dan berkelanjutan.

Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Simon Aloysius Mantiri, mengatakan capaian tahun buku 2025 mencerminkan peran perusahaan dalam menjaga pasokan energi sekaligus mendorong transformasi sektor energi nasional.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Bagi Pertamina, capaian tersebut bukan sekadar mencerminkan kinerja korporasi. Di baliknya terdapat tanggung jawab yang semakin besar untuk memastikan energi tetap tersedia dan andal bagi masyarakat, industri, serta berbagai sektor strategis yang menjadi penggerak perekonomian nasional,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Rab(24/6).

Berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) di Jakarta pada Selasa (23/6), Pertamina mencatat pendapatan sebesar US$70,89 miar atau Rp1.167,99 triliun. Perseroan juga menghasilkan EBITDA sebesar US$11,43 miar atau setara dengan Rp188,33 triliun.

Dari kinerja keuangan tersebut, laba bersih yang berhasil dibukukan mencapai US$3,35 miliar atau sekitar Rp55,20 triliun. Hasil ini menunjukkan efektivitas strategi perusahaan dalam mengoptimalkan seluruh potensi bisnisnya.

Selain mencetak laba, Pertamina turut memberikan kontribusi nyata kepada negara sebesar Rp360,76 triliun. Setoran tersebut disalurkan melalui instrumen pajak, penerimaan negara bukan pajak (PNBP), dan pembagian dividen.

Realisasi investasi Pertamina di dalam negeri tercatat mencapai US$5,9 miliar atau setara Rp97,20 triliun. Investasi masif ini difokuskan untuk memperkuat infrastruktur energi nasional yang berkelanjutan.

Perseroan juga mencatat penyerapan belanja Produk Dalam Negeri (PDN) yang sangat besar, yakni mencapai Rp531,5 triliun. Penyerapan ini memberikan dampak berganda yang signifikan dalam menggerakkan roda perekonomian nasional.

Pada sektor hulu, produksi minyak dan gas bumi (migas) sepanjang 2025 terjaga stabil. Pertamina mampu mempertahankan volume produksi di atas 1 juta barel setara minyak per hari (BOEPD).

“Secara keseluruhan, capaian tahun buku 2025 menunjukkan bahwa Pertamina tidak hanya memperkuat ketahanan energi nasional, tetapi juga mendorong transisi menuju energi yang lebih rendah karbon, meningkatkan kontribusi terhadap perekonomian nasional, serta menjaga fundamental keuangan yang sehat dan berkelanjutan,” imbuh Simon.

Sementara itu, sektor pengolahan menunjukkan peningkatan efisiensi yang ditandai dengan capaian Yield Valuable Product sebesar 83,7%. Angka ini lebih tinggi dibandingkan capaian pada periode tahun sebelumnya.

Peningkatan tersebut mencerminkan keandalan dan kemampuan kilang Pertamina dalam memaksimalkan operasional produk bernilai tinggi. Sepanjang 2025, total volume intake yang diolah kilang mencapai 333 juta barel.

Pada sektor hilir, kilang Pertamina memegang peran krusial dengan memasok sekitar 70% kebutuhan BBM nasional. Pasokan yang stabil ini menjadi urat nadi aktivitas harian masyarakat dan mobilitas ekonomi.

Kinerja positif juga ditunjukkan oleh lini bisnis gas komersial perusahaan. Volume transmisi gas tercatat mencapai 587 BSCF, atau mengalami pertumbuhan sebesar 4% secara tahunan.

Pertamina juga berhasil menjaga volume niaga gas pada tingkat yang optimal sebesar 305 juta MMBTU. Sektor logistik maritim turut berkontribusi dengan mengangkut kargo domestik dan internasional hingga 172 juta KL.

Di samping memperkuat sektor konvensional, Pertamina mengakselerasi transisi energi melalui pengembangan energi baru dan terbarukan. Langkah nyata ini diwujudkan dengan peningkatan produksi listrik bersih yang mencapai 8.711 GWh.

Produksi listrik dari sumber energi terbarukan tersebut tumbuh sebesar 3% dibandingkan tahun sebelumnya. Pertamina juga aktif menjalankan berbagai program dekarbonisasi yang terintegrasi di seluruh wilayah kerja.

Berbagai inisiatif hijau yang diterapkan korporasi berhasil memangkas emisi karbon sebesar 2,27 juta ton CO₂e. Realisasi penurunan emisi ini merupakan bukti konkret dukungan terhadap target Net Zero Emission Indonesia.

Sementara itu, Komisaris Utama PT Pertamina (Persero), Mochamad Iriawan, menyampaikan apresiasi kepada para pemegang saham atas dukungan yang diberikan selama 2025. Ia juga mengapresiasi kontribusi Dewan Komisaris, Direksi, dan seluruh Perwira Pertamina yang turut menjaga kinerja serta keberlanjutan perusahaan.

“Keputusan yang telah diambil dalam RUPS ini menjadi langkah penting bagi perjalanan Perseroan ke depan. Semoga hasil keputusan tersebut dapat membawa Pertamina meraih kinerja dan prestasi yang semakin baik di masa mendatang,” pungkasnya.

(rir) Add as a preferred
source on Google