Luhut Bicara MBG: Kenapa Harus Sekaligus, Kan Bisa Dibikin Bertahap

CNN Indonesia
Rabu, 24 Jun 2026 16:40 WIB
Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan bersama Anggota DEN Chatib Basri memberikan keterangan usai menemui Presiden Prabowo, di Istana Kepresidenan. Jakarta, Selasa, 9 Juni 2026.
Ketua DEN Luhut Binsar Pandjaitan mengungkapkan pemerintah terus mengevaluasi MBG untuk memastikan pelaksanaannya berjalan efektif dan efisien. (Tangkapan layar Youtube Sekretariat Presiden).
Jakarta, CNN Indonesia --

Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan mengungkapkan pemerintah terus mengevaluasi Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk memastikan pelaksanaannya berjalan efektif dan efisien.

Luhut menyampaikan MBG terus dievaluasi pemerintah untuk memastikan pelaksanaannya berjalan efektif dan efisien.

Ia pun menyebut dirinya telah menemui dua Wakil Ketua Badan Gizi Nasional (BGN), yakni Agustina Arumsari dan Trenggono untuk membahas hasil evaluasi serta sejumlah masukan terkait pelaksanaan program tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kalau MBG, MBG itu kita evaluasi. Kemarin Wakil Kepala MBG dengan timnya datang ke Dewan Ekonomi, dan kita memaparkan hasil survei dan usulan-usulan kita, dan saya pikir akan lebih baik," ujar Luhut saat ditemui di Kantornya di Jakarta Pusat, Rabu (24/6), seperti dikutip DetikFinance.

Luhut pun menyoroti pelaksanaan MBG perlu efisiensi hingga mempertanyakan kenapa program MBG dilakukan sekaligus, seharusnya dilakukan secara bertahap.

"Ya sebenarnya efisiensi lagi. Jadi, meng-identify masalah juga, kenapa harus semua sekaligus. Kan bisa dibikin bertahap," ungkapnya.

Kendati demikian, menurut dia, pemerintah kini sudah memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai pelaksanaan MBG. Terlebih program prioritas Presiden Prabowo Subianto itu telah berjalan selama satu tahun.

"Tapi sekarang kan sudah hampir satu tahun lebih ya. Dan saya kira sudah lebih paham," ujar Luhut.

Dalam pertemuan dengan dua pejabat BGN, Luhut mengingatkan bahwa MBG merupakan salah satu program prioritas Prabowo, yang dalam pelaksanaannya harus dilakukan dengan akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.

"Sesuai keinginan Presiden, saya kembali mengingatkan bahwa program sebesar ini harus dikelola dengan berorientasi kepada data yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan agar tata kelola dan pengawasannya berjalan lebih akuntabel," jelasnya.

[Gambas:Video CNN]

(fln/sfr) Add as a preferred
source on Google