Rupiah Melemah ke Rp17.859 per Dolar AS Selasa Sore

CNN Indonesia
Selasa, 23 Jun 2026 16:15 WIB
Nilai tukar rupiah hari ini melemah sebesar 24 poin atau 0,14 persen terhadap dolar AS. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Nilai tukar rupiah ditutup melemah 0,09 persen ke Rp17.859 per dolar AS pada perdagangan Selasa (23/6) sore. llustrasi. (CNN Indonesia/Safir Makki).
Jakarta, CNN Indonesia --

Nilai tukar rupiah ditutup di posisi Rp17.859 per dolar AS pada perdagangan Selasa (23/6) sore. Mata uang Garuda melemah 16 poin atau 0,09 persen dibandingkan penutupan sebelumnya.

Pelemahan rupiah terjadi di tengah pergerakan mata uang Asia yang bervariasi terhadap dolar AS. Yuan China turun 0,15 persen dan peso Filipina melemah 0,37 persen. Sebaliknya, ringgit Malaysia menguat 0,11 persen.

Di kawasan lain, dolar Singapura melemah 0,17 persen dan won Korea Selatan turun 0,12 persen. Sementara itu, yen Jepang justru menguat 0,08 persen, sedangkan dolar Hong Kong bergerak stabil.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sementara itu, mata uang negara maju kompak melemah terhadap dolar AS. Euro Eropa melemah 0,19 persen, poundsterling Inggris turun 0,28 persen, dan dolar Australia terkoreksi cukup dalam sebesar 0,82 persen.

Dolar Kanada melemah 0,14 persen dan franc Swiss turun 0,14 persen terhadap dolar AS.

Analis mata uang Doo Financial Futures Lukman Leong mengatakan pelemahan rupiah sejalan dengan tekanan yang dialami mayoritas mata uang regional dan global akibat meningkatnya sikap hati-hati investor.

"Rupiah dan mata uang regional maupun utama umumnya melemah terhadap dolar AS di tengah sentimen risk-off global yang dipicu oleh kekhawatiran prospek kenaikan suku bunga dan aksi jual di sektor teknologi," ujar Lukman kepada CNNIndonesia.com.

Meski demikian, menurut Lukman, pelemahan rupiah masih relatif terbatas dibandingkan sejumlah mata uang lainnya karena pelaku pasar masih menaruh harapan pada pasar keuangan domestik.

"Rupiah sendiri tidak melemah terlalu besar, dengan investor masih berharap dan mengantisipasi pengumuman MSCI yang diperkirakan akan mempertahankan status emerging market pasar ekuitas Indonesia," pungkasnya.

[Gambas:Video CNN]

(lau/sfr) Add as a preferred
source on Google