Teknologi Geotab Pangkas Risiko Berkendara Armada Aviasi hingga 60%
Di balik operasional penerbangan yang tepat waktu, transformasi digital pada transportasi darat kini memainkan peran krusial dalam meningkatkan keselamatan dan efisiensi industri aviasi.
Peran sistem transportasi darat sebagai penunjang operasional penerbangan semakin mendapat perhatian seiring meningkatnya standar keselamatan transportasi di Indonesia.
Tidak hanya memastikan pesawat beroperasi dengan aman di udara, aspek perjalanan awak pesawat dari dan menuju bandara juga menjadi bagian penting dalam menjaga kelancaran operasional maskapai.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebagai penyedia layanan transportasi darat bagi Garuda Indonesia Group, Aerotrans memiliki peran strategis dalam memastikan mobilitas awak penerbangan dan tim operasional berjalan tepat waktu.
Untuk mendukung aktivitas tersebut, perusahaan mengoperasikan lebih dari 700 kendaraan dengan jumlah perjalanan mencapai lebih dari 1.200 trip setiap bulan.
Ratusan kendaraan tersebut digunakan untuk mendukung kebutuhan transportasi awak pesawat maupun personel operasional agar dapat mencapai lokasi tujuan sesuai jadwal.
Namun, pengelolaan armada dalam skala besar menghadirkan tantangan tersendiri, terutama dalam memastikan seluruh kendaraan beroperasi secara aman, efisien, dan sesuai standar keselamatan.
Dalam menjawab tantangan tersebut, Aerotrans memanfaatkan teknologi telematika dari Geotab.
Transformasi dari Visibilitas Terbatas jadi Kendali Real-Time
Sebelum mengadopsi teknologi telematika, Aerotrans menghadapi keterbatasan dalam memantau kondisi kendaraan dan memahami penyebab insiden di lapangan secara menyeluruh.
Untuk meningkatkan pengawasan dan keselamatan operasional, Aerotrans kemudian bermitra dengan Geotab, perusahaan global penyedia solusi armada terhubung, melalui penerapan platform berbasis data real-time.
Sistem ini memungkinkan pemantauan menyeluruh terhadap kondisi kendaraan, perilaku pengemudi, serta potensi risiko operasional secara langsung.
"Transformasi ini bukan hanya tentang adopsi teknologi, tetapi bagaimana kami memastikan keselamatan dan presisi operasional secara konsisten di seluruh armada. Geotab menghadirkan platform yang selaras dengan nilai kami, terutama dalam hal presisi dan keselamatan. Bagi Aerotrans, Geotab bukan hanya sekedar produk, melainkan mitra strategis," ujar Direktur Aerotrans Kadek Bayu Temaja dikutip Kamis (11/6).
Melalui sistem ini, tim operasional kini memiliki visibilitas penuh. Mulai dari lokasi kendaraan, kondisi mesin, hingga perilaku berkendara seperti pengereman mendadak dan akselerasi agresif.
Keselamatan Meningkat, Risiko Menurun
Sejak implementasi pada September 2024, Aerotrans mencatat sejumlah peningkatan signifikan dalam aspek keselamatan dan efisiensi operasional, seperti:
- Mencapai peringkat keselamatan sebesar 89%, melampaui armada sejenis di kawasan regional
- Peningkatan 61% dalam prediksi tingkat kecelakaan per kilometer, sebagai pencapaian penting dalam strategi keselamatan
- Penurunan 57% pada kejadian rem mendadak dan 66% pada akselerasi agresif, menunjukkan perbaikan perilaku pengemudi notifikasi real-time
- Penurunan durasi idle sebesar 22%, berkontribusi pada efisiensi bahan bakar dan operasional
Data tersebut menunjukkan bagaimana pendekatan berbasis data dapat secara langsung membentuk perilaku berkendara yang lebih aman sekaligus meningkatkan efisiensi operasional.
Associate Vice President, Southeast Asia, Geotab Ezanne Soh mengatakan, tujuan pihaknya adalah membantu organisasi seperti Aerotrans memaksimalkan potensi armada mereka melalui data dan teknologi canggih.
"Tujuan kami adalah membantu organisasi seperti Aerotrans memaksimalkan potensi armada mereka melalui data dan teknologi canggih. Dalam konteks operasional penerbangan, kemitraan ini menunjukkan bagaimana insight real-time dari platform Geotab dapat meningkatkan efisiensi, memperkuat keselamatan transportasi awak, serta mendukung operasional aviasi yang lebih andal dan berkelanjutan," ujar Ezanne Soh.
Menopang Keselamatan Penerbangan
Dalam industri aviasi, ketepatan waktu dan kesiapan awak merupakan faktor penting yang berdampak langsung pada keselamatan penerbangan.
Melalui teknologi geofencing dan pemetaan lokasi real-time, Aerotrans kini mampu memastikan proses penjemputan awak pesawat berlangsung lebih presisi dan minim risiko keterlambatan.
"Geofencing merupakan salah satu fitur unggulan Geotab. Fitur ini memungkinkan kami melacak kendaraan yang mendekati zona operasional penting seperti area bandara di Denpasar atau Soekarno-Hatta, sehingga kami memiliki visibilitas real-time atas posisi kendaraan secara presisi," kata Kepala Pusat Pengendalian Operasi Transportasi (Control Center) Aerotrans, Hermawan.
Pendekatan ini menegaskan bahwa keselamatan penerbangan tidak hanya bergantung pada teknologi di udara, tetapi juga pada sistem pendukung di darat yang semakin canggih dan terintegrasi.
Menuju Ekosistem Transportasi yang Terintegrasi
Aerotrans berencana mengintegrasikan Geotab secara lebih menyeluruh dengan sistem manajemen armada internal mereka.
Target Aerotrans di masa depan adalah mengembangkan integrasi yang lebih luas melalui sistem Transport Management System (TMS) untuk menciptakan ekosistem operasional yang terhubung secara menyeluruh.
Inisiatif ini turut mencakup:
- Menggunakan geofencing untuk mengidentifikasi kendaraan terdekat yang tersedia
- Meningkatkan akurasi pengiriman dan waktu respons
- Membangun ekosistem digital operasional yang lebih terintegrasi
Langkah ini tidak hanya memperkuat operasional internal, tetapi juga membuka potensi pemanfaatan teknologi serupa untuk sektor transportasi lain, termasuk pariwisata dan logistik.
(inh) Add
as a preferred source on Google