Bos BI Bidik 200 Pesantren Punya Bisnis Air Minum Kemasan Tahun Ini

CNN Indonesia
Senin, 22 Jun 2026 17:30 WIB
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menyampaikan keterangan pers hasil Rapat Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) kuartal I 2026 di Jakarta, Kamis (7/5/2026). KSSK menilai bahwa kondisi fiskal, moneter dan sektor keuangan selama triwulan I 2026
Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan program tersebut dikembangkan dari sejumlah model usaha pesantren yang telah berhasil dijalankan di berbagai daerah. (FOTO:ANTARA/M RISYAL HIDAYAT).
Jakarta, CNN Indonesia --

Bank Indonesia (BI) menargetkan 200 pondok pesantren memiliki usaha air minum dalam kemasan (AMDK) melalui program Air Berkah Indonesia pada tahun ini. Program tersebut menjadi bagian dari Transformasi Kewirausahaan UMKM Terpadu Untuk Penciptaan lapangan Kerja dan Ekonomi Kerakyatan 2026 yang diluncurkan BI untuk mendorong kemandirian ekonomi pesantren.

Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan program tersebut dikembangkan dari sejumlah model usaha pesantren yang telah berhasil dijalankan di berbagai daerah.

"Sekarang ada 36 ribu pesantren dan yang kami bina ada sekitar 1.500 pondok pesantren yang sudah mandiri secara ekonomi. Salah satunya yang berhasil adalah air minum dalam kemasan," ujar Perry dalam acara Kick Off Program Transformasi Kewirausahaan UMKM Terpadu 2026 di Kantor BI, Jakarta, Senin (22/6).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Perry, usaha air minum kemasan dipilih karena memiliki pasar yang luas sekaligus dapat menjadi sumber pendapatan bagi pesantren.

Melalui program tersebut, pesantren akan didorong mengembangkan unit usaha air minum kemasan berbasis sumber daya lokal dengan pendampingan dari BI dan para mentor yang telah lebih dulu berhasil menjalankan bisnis serupa.

"Kami menargetkan 200 pesantren sudah selesai. Kalau lima tahun berarti seribu pesantren semuanya sudah mampu bisnis. Bukan uji coba, bisnis," katanya.

[Gambas:Youtube]

Perry menjelaskan pengembangan usaha tersebut tidak hanya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan internal pesantren, tetapi juga menjadi sumber pendapatan baru melalui penjualan ke masyarakat sekitar.

"Minimal untuk memenuhi kebutuhan pesantrennya. Bahkan lebihnya dijual di sekitarnya, di toko-toko," ujarnya.

Ia mengatakan program Air Berkah Indonesia merupakan salah satu dari empat program unggulan yang dijalankan BI dalam Transformasi Kewirausahaan UMKM Terpadu 2026. Tiga program lainnya adalah Cangkir Barista untuk sektor kopi, Citra Nusantara untuk produk wastra, dan Tani Berkah yang berfokus pada pengembangan pertanian berbasis green farming di lingkungan pesantren.

Dalam program tersebut, peserta tidak langsung memperoleh bantuan modal. Mereka terlebih dahulu mengikuti pelatihan kewirausahaan, praktik usaha atau sandboxing, hingga memperoleh sertifikasi sebelum mendapatkan akses pembiayaan.

Perry berharap langkah tersebut dapat memperluas dampak pemberdayaan ekonomi pesantren sekaligus memperkuat ekonomi kerakyatan di tengah ketidakpastian global.

"Pesantren akan didorong mengembangkan unit usaha air minum dalam kemasan berbasis sumber daya lokal," pungkasnya.

(lau/ins) Add as a preferred
source on Google