REKOMENDASI SAHAM

Bisa Jadi Pendulang Cuan, Intip Saham Pilihan Analis Pekan Ini

Dela Naufalia Fitriyani | CNN Indonesia
Senin, 22 Jun 2026 06:30 WIB
Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) dibuka menguat sebesar 46,98 poin atau 0,81 persen ke posisi 5.838,98 (24/5).
Dalam sepekan terakhir, indeks saham menguat dua hari, dan dua hari sisanya melemah. (FOTO:CNN Indonesia/Hesti Rika).
Jakarta, CNN Indonesia --

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 4,7 poin atau naik 0,08 persen di level 6.177 pada Jumat (19/6) silam.

Investor melakukan transaksi sebesar Rp26,51 triliun dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 32,44 miliar saham.

Dalam sepekan terakhir, indeks saham menguat dua hari. Sementara dua hari sisanya melemah. Performa indeks pun tercatat menanjak hingga 4,95 persen sepanjang pekan kemarin.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sementara itu, Sekretaris Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI) Kautsar Primadi Nurahmad mengatakan selama periode tanggal 15 sampai dengan 19 Juni 2026 perdagangan saham ditutup bervariasi.

Tercatat, kapitalisasi pasar bursa mengalami peningkatan sebesar 2,51 persen dari Rp10.524 triliun menjadi Rp10.788 triliun pada pekan lalu. Di sisi lain, rata-rata volume transaksi harian mengalami penurunan sebesar 5,83 persen dari 36,14 miliar menjadi 34,03 miliar lembar saham.

Kemudian, rata-rata nilai transaksi harian pun turut mengalami penurunan sebesar 1,02 persen dari Rp25,06 triliun menjadi Rp24,81 triliun.

[Gambas:Youtube]

Lalu, rata-rata frekuensi transaksi harian juga menurun yakni sebesar 10,33 persen dari 2,51 juta kali transaksi menjadi 2,25 juta kali transaksi pada penutupan pekan lalu.

"Investor asing hari ini mencatatkan nilai jual bersih Rp3,19 triliun dan sepanjang tahun 2026, investor asing mencatatkan nilai jual bersih sebesar Rp68,25 triliun," katanya dalam keterangan resmi, Jumat (19/6).

Lantas seperti apa proyeksi pergerakan IHSG untuk sepekan ke depan?

VP Equity Retail Kiwoom Sekuritas Indonesia Oktavianus Audi memperkirakan indeks saham pada awal pekan depan, yakni Senin (22/6), akan bergerak mixed dengan kecenderungan menguat terbatas di rentang support 6.000 dan resistance 6.260.

"Pasar masih mencermati perkembangan negosiasi AS-Iran serta potensi dampaknya terhadap jalur distribusi energi global. Selain itu, penguatan dolar AS dan agenda ex-date sejumlah emiten dengan yield dividen menarik juga berpotensi memengaruhi pergerakan investor pada awal pekan," ujar Oktavianus kepada CNNIndonesia.com, Minggu (21/6).

Menurutnya, pergerakan pasar akan dipengaruhi oleh sejumlah sentimen. Pertama, mundurnya kesepakatan AS dan Iran yang semula dijadwalkan ditandatangani pada Jumat lalu di Swiss.

Kesepakatan tersebut kini dijadwalkan ulang di tengah peluang berlanjutnya nota kesepahaman (MoU) perdamaian dalam 60 hari ke depan. Ia menilai pasar berpotensi merespons negatif apabila penandatanganan tersebut gagal dan Selat Hormuz kembali ditutup.

Kedua, penguatan indeks dolar AS yang mencapai level tertinggi dalam satu tahun terakhir dinilai berpotensi mendorong aksi investor asing di pasar keuangan.

Ketiga, sentimen dividen dengan yield tinggi yang memasuki jadwal ex-date pada awal pekan depan. Beberapa di antaranya adalah PT Bukit Asam Tbk (PTBA) dengan yield 4,5 persen, PT Pakuwon Jati Tbk (PWON) 5,1 persen, dan PT Midi Utama Indonesia Tbk (MDIY) 2,1 persen, berdasarkan harga penutupan Jumat (19/6).

Berdasarkan analisis teknikal, Oktavianus pun merekomendasikan beberapa saham yang bisa dikoleksi. Pertama, saham PT Solusi Sinergi Digital Tbk atau WIFI yang ditutup menguat 2,40 persen ke posisi 1.750 pada pekan lalu. Oktavianus memproyeksi WIFI dapat menyentuh level 1.950 pada pekan ini.

Kedua, saham PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk atau HMSP yang ditutup menguat 8,40 persen ke posisi 645 pekan lalu. Oktavianus memproyeksi HMSP dapat menyentuh level 715 pada pekan ini.

Ketiga, ia juga merekomendasikan PT Perusahaan Perkebunan London Sumatra Indonesia Tbk atau LSIP yang ditutup menguat 1,16 persen ke level 1.310 pekan lalu. Oktavianus memproyeksi LSIP dapat menyentuh level 1.400 pada pekan ini.

Sementara itu, Analis Teknikal MNC Sekuritas Herditya Wicaksana memperkirakan indeks saham masih berpeluang melanjutkan penguatannya sepanjang pekan ini, meski kenaikannya cenderung terbatas. Ia memproyeksikan level support IHSG berada di 5.839 dan resistance di 6.459.

"Investor masih akan mencermati perkembangan terkait MSCI terhadap Indonesia serta dinamika inflow dan outflow dana asing dalam sepekan ini," ujar Herditya.

Selain faktor tersebut, pasar juga diperkirakan akan memperhatikan perkembangan perjanjian damai di Timur Tengah yang berpotensi memengaruhi sentimen global.

Pergerakan harga minyak dunia turut menjadi perhatian pelaku pasar, mengingat konflik geopolitik di kawasan tersebut masih menjadi salah satu faktor yang memengaruhi pasar keuangan.

Di sisi lain, investor juga menunggu rilis sejumlah data makroekonomi AS yang dapat memberikan petunjuk terkait arah kebijakan ekonomi dan pergerakan pasar global ke depan.

Ia pun menyarankan investor dapat mencermati beberapa saham dari emiten ia rekomendasikan. Herditya pun merekomendasikan saham PT Merdeka Gold Resources Tbk atau EMAS yang ditutup menguat 3,17 persen ke level 7.325 pada pekan lalu. Ia memproyeksi EMAS dapat menyentuh level 8.475 pada pekan ini.

Kemudian, Herditya pun merekomendasikan saham PT Gudang Garam Tbk atau GGRM yang ditutup menguat 5,89 persen ke level 16.625 pada pekan lalu. Ia memproyeksi GGRM dapat menyentuh level 17.300 pada pekan ini.

Lalu, Herditya juga merekomendasikan saham PT ESSA Industries Indonesia Tbk atau ESSA yang ditutup di level 640 pada pekan lalu. Ia memproyeksikan ESSA dapat menyentuh level 765 pada pekan ini.

Catatan Redaksi: Berita ini tidak dibuat untuk merekomendasikan atau tidak merekomendasikan saham tertentu. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan pembaca.

(ins) Add as a preferred
source on Google