DJP Sebut Pajak Jadi Penopang Utama Program MBG hingga Sekolah Rakyat

CNN Indonesia
Jumat, 19 Jun 2026 21:30 WIB
Direktur Jenderal Pajak Kementerian Keuangan Bimo Wijayanto.
Dirjen Pajak Bimo menyebut pajak menjadi sumber pendanaan utama program prioritas Presiden Prabowo, mulai dari MBG, Kopdes hingga Sekolah Rakyat. (Foto: CNN Indonesia/Dhio Faiz)
Jakarta, CNN Indonesia --

Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menegaskan penerimaan pajak menjadi sumber pendanaan utama berbagai program prioritas Presiden Prabowo Subianto, mulai dari Makan Bergizi Gratis (MBG), Kopdes Merah Putih hingga Sekolah Rakyat.

Direktur Jenderal Pajak Bimo Wijayanto mengatakan kuatnya pertumbuhan penerimaan pajak menjadi bukti kontribusi wajib pajak berperan langsung dalam membiayai program-program pembangunan yang dijalankan pemerintah melalui APBN.

"Direktorat Jenderal Pajak bisa secara konsisten mempertahankan kinerja pertumbuhan pajak yang terus positif dan tentu ini tidak lepas dari support wajib pajak, salah satunya yang membersamai pelaksanaan, aktor utama dari Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih, Makan Bergizi Gratis, Sekolah Rakyat, dan program-program andalan lainnya yang dibelanjakan melalui mekanisme APBN," ujar Bimo dalam Seminar Kemenkeu Corpu Open Class (KCOC) yang disarkan secara daring, Kamis (18/6).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia menjelaskan kinerja penerimaan pajak yang terus meningkat memberikan ruang bagi pemerintah untuk menjalankan berbagai agenda prioritas nasional di sejumlah sektor strategis.

Menurutnya, keberhasilan tersebut ditopang oleh kombinasi pengawasan kepatuhan wajib pajak, penegakan hukum yang berimbang, kondisi ekonomi yang relatif stabil, serta peningkatan kualitas sistem administrasi perpajakan melalui Coretax.

"Kinerja yang positif ini tentu tidak lepas dari pengawasan kepatuhan dan penegakan hukum yang seimbang, didukung kondisi pertumbuhan perekonomian yang cukup stabil dan peningkatan kualitas Coretax yang terus kami perbaiki secara berkelanjutan," jelasnya.

Bimo mengungkapkan secara kumulatif penerimaan pajak sepanjang Januari hingga Mei 2026 tumbuh 22,1 persen dan mencapai Rp834 triliun atau setara 35,4 persen dari target penerimaan pajak tahun ini sebesar Rp2.357,7 triliun.

Sementara itu, hingga 16 Juni 2026, realisasi penerimaan pajak tercatat telah mencapai Rp940,31 triliun atau tumbuh 23,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Dengan capaian tersebut, realisasi penerimaan pajak telah mencapai 39,62 persen dari target APBN 2026.

"Ini angka sementara di pertengahan Juni dan mudah-mudahan bisa terus konsisten. Dari yang sebelumnya pada Mei 35,4 persen, sekarang sudah naik menjadi 39,62 persen dari target penerimaan tahun 2026," pungkasnya.

[Gambas:Youtube]

(ldy/pta) Add as a preferred
source on Google