Loker Bergaji Rp15 Juta di Malaysia Diserbu, Ribuan Pelamar Antre 2 Km

CNN Indonesia
Jumat, 19 Jun 2026 10:55 WIB
Dua jam menuju penutupan kotak suara, warga di Selangor, Malaysia, masih bersemangat mengantre di tempat pemungutan suara di Sekolah Rendah Agama Pandan Indah untuk menggunakan hak pilihnya dalam pemilu pada Rabu (9/5).
Antrean panjang terjadi pada sesi wawancara terbuka yang digelar perusahaan semikonduktor asal Jerman, Infineon Technologies di Malaka, Malaysia. Ilustrasi (CNN Indonesia/Hanna Azarya).
Jakarta, CNN Indonesia --

Lowongan kerja dengan gaji awal mencapai 3.500 ringgit atau sekitar Rp15 juta per bulan (kurs Rp4.306) diserbu lebih dari 1.000 pelamar, hingga memicu antrean hampir sepanjang 2 kilometer di Malaka, Malaysia.

Mengutip The Straits Times, antrean panjang itu terjadi dalam sesi wawancara terbuka yang digelar perusahaan semikonduktor asal Jerman, Infineon Technologies di sebuah hotel di negara bagian Malaka pada Minggu (14/6) lalu.

Perusahaan tersebut membuka hingga 500 posisi untuk operator produksi dan teknisi dengan gaji awal 3.500 ringgit per bulan atau sekitar US$1.100.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Banyak pelamar disebut sudah datang sejak pukul 05.00 pagi waktu setempat demi mendapatkan kesempatan mengikuti proses rekrutmen.

Foto dan video yang beredar di media sosial memperlihatkan antrean mengular dari lokasi wawancara hingga ke jalan raya utama. Kondisi itu bahkan memunculkan kekhawatiran terkait keselamatan para pencari kerja.

Akibat membludaknya jumlah pelamar, Infineon kemudian membagikan kode QR sekitar pukul 10.00 pagi agar pelamar dapat mengunggah resume secara daring dan diminta pulang sambil menunggu kabar lanjutan.

[Gambas:Youtube]

Namun, banyak pelamar memilih tetap bertahan di lokasi meski harus menghadapi cuaca panas dan lembap.

Antrean panjang tersebut menarik perhatian Ketua Menteri Melaka Ab Rauf Yusoh dan Wali Kota Melaka Shadan Othman. Keduanya turun langsung membagikan makanan dan minuman kepada para pencari kerja yang menunggu giliran.

Shadan mengatakan dirinya juga telah bertemu dengan manajemen Infineon untuk meminta penjelasan terkait situasi tersebut serta mendorong perusahaan memastikan keselamatan dan kenyamanan para pelamar.

Sementara itu, anggota dewan eksekutif Malaka Ngwe Hee Sem menegaskan membludaknya pelamar bukan berarti tingkat pengangguran di wilayah itu tinggi.

Menurut dia, tingkat pengangguran Melaka saat ini hanya sekitar 2 persen atau termasuk yang terendah di Malaysia.

"Ketika sebuah perusahaan menawarkan peluang kerja yang baik dengan gaji kompetitif, tentu akan menarik banyak pencari kerja," ujar Ngwe seperti dikutip Harian Metro melalui laporan The Straits Times.

Ia menilai besarnya minat pelamar lebih disebabkan oleh daya tarik gaji yang ditawarkan perusahaan dibandingkan kondisi pasar tenaga kerja di Malaka.

(lau/ins) Add as a preferred
source on Google