Luhut Respons Demo Setop MBG: Kritik Saja Agar Eksekusinya Lebih Baik

CNN Indonesia
Kamis, 18 Jun 2026 13:23 WIB
Penasihat Khusus Presiden bidang Digitalisasi dan Teknologi Pemerintahan sekalgius Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan mengungkap pemerintah sedang membangun ekosistem digital yang diklaim mampu mencegah kebocoran anggaran nega
Luhut mengklaim program MBG memberi manfaat besar dalam mendorong pemerataan ekonomi sekaligus menciptakan aktivitas ekonomi baru di daerah. (Foto: CNN Indonesia/Endrapta Ibrahim)
Jakarta, CNN Indonesia --

Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan menanggapi rentetan aksi demonstrasi yang meminta Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dihentikan.

Ia mempersilakan program MBG dikritik agar eksekusinya bisa berjalan lebih baik.

"Jadi ya dikritik saja supaya eksekusinya lebih baik. Itu aja," kata Luhut ketika ditemui di sela-sela acara Indonesia Milennial Summit 2026 di Jakarta Selatan, Kamis (18/6).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia menilai MBG memiliki manfaat besar dalam mendorong pemerataan ekonomi sekaligus menciptakan aktivitas ekonomi baru di daerah.

"Ide untuk makan (bergizi gratis) itu kan menimbulkan simpul ekonomi baru, pemerataan, keadilan," ujar Luhut.

Menurutnya, hasil kajian yang dilakukan DEN menunjukkan program MBG mampu mendorong tumbuhnya pusat-pusat ekonomi baru yang melibatkan pelaku UMKM.

"MBG itu jangan dipergunjingkan lagi kalau menurut saya. Itu membuat pemerataan, keadilan, membangun simpul-simpul ekonomi baru, dari UMKM. Itu sudah hasil studi yang kami buat di 800 titik MBG," ujar Luhut.

Ia pun mengajak semua pihak untuk fokus memperbaiki pelaksanaan program dibanding terus memperdebatkan keberadaan program MBG

"Jadi jangan kita asik berkelahi sendiri. Akhirnya kita semua yang rugi," ujar Luhut.

Beberapa waktu lalu, mahasiswa berbagai universitas di Indonesia melangsungkan aksi demonstrasi. Salah satunya adalah Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UI yang menggelar demo di kawasan Bundaran HI, Jakarta, pada Jumat (12/6).

Mereka membawa lima tuntutan. Pertama, meminta pemerintah menghentikan pemborosan APBN. Kedua, turunkan harga kebutuhan pokok dan BBM.

Ketiga, hentikan program MBG dan pembangunan Koperasi Desa Merah Putih. Keempat, hentikan militerisme sipil. Kelima, menuntut Presiden Prabowo Subianto berhenti mengelak dan mengakui kesalahan pemerintah.

Selain di Jakarta, ada juga di mahasiwa Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar, Sulawesi Selatan, yang berdemonstrasi pada Senin (15/6).

Dalam aksinya, mahasiswa menyoroti berbagai kebijakan Presiden Prabowo Subianto yang dianggap tidak pro terhadap rakyat, termasuk program makan bergizi gratis (MBG).

"Mendesak keterbukaan informasi publik terkait anggaran MBG. Menuntut pelibatan penuh petani lokal serta UMKM daerah guna mencegah monopoli korporasi," kata orator aksi.

[Gambas:Youtube]

(dhz/pta) Add as a preferred
source on Google