Sosok Bos CT Corp Chairul Tanjung di Mata Gen Z
Pendiri CT Corp Chairul Tanjung atau CT merupakan seorang pengusaha sukses yang bergerak di berbagai bidang, mulai dari media, jasa keuangan, hiburan, hingga retail.
Si Anak Singkong tersebut memulai kiprahnya dalam dunia bisnis di bangku kuliah. Saat itu, CT berjualan buku kuliah, kaos, sampai jasa fotokopi ketika usaha keluarganya terpaksa tutup pada era orde baru.
CT pun sempat membuka toko peralatan dokter dan laboratorium di Senen Jakarta Pusat. Kemudian, setelah kuliah sarjananya tamat, ia membuat PT Pariarti Shindutama, perusahaan sepatu anak-anak untuk diekspor bersama ketiga rekannya hingga pesanannya berhasil membludak mencapai 160 ribu pasang sepatu di Italia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada 1987, CT mundur dari perseroan tersebut dan mendirikan Para Group hingga berkembang secara pesat. Induk perusahaan tersebut terdiri dari tiga anak usaha yang bergerak di berbagai bidang, yakni Asuransi Umum Mega, Para Multi Finance, Bank Mega, Para Inti Propertindo, Trans TV, Trans Lifestyle, Trans Studio, dan masih banyak lagi.
Lalu, ia mengganti Para Group menjadi CT Group pada 2011 dengan tiga perusahaan sub-holding, yaitu Trans Corp, Mega Corp, dan CT Global Resources.
Berkat keuletannya di bidang bisnis, Chairul pernah dipercaya menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Perekonomian pada 19 Mei 2014 hingga 20 Oktober 2014, tepatnya era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
Mengutip Forbes, Chairul masuk ke dalam daftar orang terkaya di dunia dengan kekayaan mencapai US$4,9 miliar atau setara Rp87,06 triliun (asumsi kurs Rp17.770 per dolar AS). Ia berada di peringkat 869 dunia dan peringkat 16 Indonesia per 10 Maret 2026.
Lantas, bagaimana perspektif Gen-Z terhadap perjalanan bisnis milik Chairul Tanjung?
Lihat Juga : |
Sukses berkat kerja keras, disiplin dan berani ambil peluang
Rangga (25) yang bekerja menjadi barista menilai CT merupakan sosok pekerja keras dan pantang menyerah karena dikenal memulai usahanya dari kondisi yang sederhana sampai berhasil membangun bisnis besar dengan memiliki berbagai perusahaan.
"Beliau dikenal memulai usahanya dari kondisi yang sederhana, lalu berhasil membangun bisnis besar hingga memiliki berbagai perusahaan. Karena itu, banyak orang melihatnya sebagai contoh bahwa kesuksesan bisa diraih dengan usaha, disiplin, dan keberanian mengambil peluang," ujar Rangga kepada CNNIndonesia.com, Rabu (17/6).
Meskipun saat ini banyak figur sukses yang terkenal lewat media sosial, Rangga menilai CT tetap bisa menjadi inspirasi. CT menunjukkan kesuksesan tidak hanya berasal dari popularitas, tetapi juga dari kerja keras, konsistensi, dan kemampuan membangun bisnis dalam jangka panjang.
"Nilai-nilai tersebut tetap penting bagi Gen Z yang ingin mencapai tujuan dan membangun karier atau usaha mereka sendiri," tambahnya.
Lihat Juga : |
Pintar melihat peluang
Syifa (22) menilai CT adalah sosok pintar dalam melihat peluang dan potensi dalam dirinya hingga dapat membangun perusahaan holding di berbagai bidang. |
Syifa (22), seorang karyawan swasta menganggap Chairul Tanjung adalah sosok yang keren dan pintar dalam melihat peluang dan potensi dalam dirinya hingga dapat membangun perusahaan holding di berbagai bidang.
"Dia tuh pintar banget di tahun segitu udah bisa kepikiran untuk ngebangun holding company kayak gitu dan semua perusahaannya tuh berkaitan. Kayak Trans, nanti kita bisa pakai Bank Mega bisa dapat diskon di Trans Studio. Jadi menurut gue untuk orang yang membangun bisnis di tahun segitu dan masih survive sampai sekarang dengan banyaknya company yang dia punya, dia pintar dan keren, gitu," kata Syifa.
Ia mengungkapkan CT dapat dijadikan sosok inspiratif bagi Gen Z yang hendak memulai bisnis, terutama bagi mereka yang berasal dari keluarga sederhana dan bukan pewaris.
"Mungkin sekarang yang mulai membangun bisnis juga para Gen Z, enggak semuanya pewaris, enggak semuanya juga yang punya lucky dan akhirnya bisa membangun bisnis. Jadi pastilah sosok Chairul Tanjung ini yang mulai dari nol, dari keluarga sederhana, pernah gagal juga bangun bisnisnya, terus bisa membangun company segede-gede sekarang, itu pasti bisa banget buat jadi inspirasi," lanjutnya.
Inspirasi merintis bisnis
Khairunnisa (24), wirausaha muda yang baru merintis membuka photobooth di tempat tinggalnya berharap dapat menjadi sosok yang sukses seperti CT.
Khairunnisa bercerita awal mengetahui Chairul Tanjung dari buku biografi berjudul "Si Anak Singkong" hingga julukan tersebut masih melekat kepadanya sampai sekarang. Ia mengaku mengagumi sosok CT lantaran membangun bisnis dari nol.
"Keren banget sih pas tau Pak CT bener-bener bangun bisnis dari nol. Karena Gen Z sendiri juga banyak yang berkecimpung di dunia bisnis. Kisah Pak CT yang menginspirasi bisa jadi inspirasi Gen Z buat memulai usaha," ungkap Khairunnisa.
Sosok sederhana, berjuang dari nol
Di sisi lain, Fauzan (25) yang bekerja menjadi front office di sebuah hotel mengaku pernah membaca buku biografi CT. Setelah rampung, ia menyimpulkan CT adalah sosok sederhana yang tak kenal kata menyerah.
Fauzan pun menyoroti perjalanan bisnis CT dimulai dari usaha kecil, yakni menjual buku dan kaos saat berkuliah. Dengan kegigihan dan konsistensi, CT berhasil dan menjadi salah satu konglomerat di Indonesia.
"Aku pernah baca buku biografi beliau dari situ aku bisa simpulkan bahwa beliau adalah sosok anak singkong tak kenal kata menyerah. Beliau sendiri berjuang dari nol hingga menjadi sosok yang kita kenal saat ini, yaitu salah satu sosok konglomerat besar di Indonesia," kata Fauzan.
(fln/pta) Add
as a preferred source on Google

