Menkop Respons Tuntutan Demo Mahasiswa soal Evaluasi Kopdes
Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono merespons soal tuntutan aksi demo mahasiswa untuk mengevaluasi program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes Merah Putih).
Menurut Ferry, program Kopdes Merah Putih bertujuan untuk menggerakkan ekonomi produktif sehingga mahasiswa perlu belajar tentang pemberian kesempatan supaya ekonomi masyarakat tetap produktif.
"Masa mahasiswa nggak setuju dengan itu? Yang nggak setuju apanya? Misalkan ada soal-soal pesimis, ini baru pertama kali kami dilakukan atas perintah Presiden membuat bangunan fisiknya, membuat badan hukumnya, kemudian operasionalisasinya. Memang enggak mudah mengoperasionalkan, tapi jangan pesimis," ungkap Ferry saat ditemui di Kompleks Parlemen, Jakarta Pusat, Rabu (17/6).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia mengungkapkan pembangunan fisik Kopdes Merah Putih telah disesuaikan menjadi maksimal 40 ribu dari sebelumnya 80 ribu hingga akhir tahun. Adapun, hingga kini, progres pembangunan fisik telah mencapai 30 ribu-an.
"Kan memang dari proses pembangunan fisik yang sekarang sedang dilakukan, kami menilai paling maksimal 40 ribu di tahun ini," terang Ferry.
Dengan demikian, operasionalisasi Kopdes Merah Putih membutuhkan pendekatan kualitatif, yakni berdasarkan studi kelayakan (feasibility study), termasuk peninjauan profit seperti yang disampaikan oleh DPR.
Ia menegaskan pelaksanaan program tersebut sesuai dengan Undang-Undang Dasar (UUD) Negara Republik Indonesia Tahun 1945 Pasal 33 yang menyatakan perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasarkan atas asas kekeluargaan.
"Koperasi Desa ini amanatnya Undang-Undang 45 Pasal 33 dengan seluruh ayat-ayatnya seperti tadi. Kalau mahasiswanya anti Pasal 33, mahasiswa dari negara mana itu?" pungkasnya.
Mahasiswa dari sejumlah badan eksekutif mahasiswa (BEM) di Jabodetabek membawa lima tuntutan dalam aksi unjuk rasa yang digelar di kawasan jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Selatan, Jumat (12/6).
Aksi semula direncanakan digelar di kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat. Namun, polisi melakukan blokade dan melarang pemilihan tempat itu sebagai titik konsentrasi demo.
Pencegatan sempat dilakukan terhadap bus rombongan dengan mengalihkan mereka ke depan kompleks parlemen. Namun, mahasiswa yang tetap ngotot akhirnya melakukan long march.
Massa mahasiswa yang didominasi BEM se-UI dalam aksinya menyoroti sejumlah isu yang tengah menjadi perhatian belakangan. Mulai dari pelemahan rupiah, APBN, kenaikan BBM, hingga MBG.
Berikut daftar lengkap tuntutan mahasiswa:
1. Stop pemborosan APBN
2. Turunkan harga kebutuhan pokok dan BBM
3. Hentikan program MBG dan pembangunan Koperasi Desa Merah Putih
4. Hentikan militerisme di ranah sipil
5. Menuntut Prabowo berhenti mengelak dan akui kesalahan pemerintah
(fln/sfr) Add
as a preferred source on Google