Blackrock PHK Karyawan Lagi, Kali Ini 200 Orang

tim | CNN Indonesia
Rabu, 17 Jun 2026 07:22 WIB
New York, NY, USA - July 5, 2022: Exterior view of the BlackRock headquarters in New York City. BlackRock is an American global asset management firm and a provider of investment management.
Langkah perusahaan asal Amerika Serikat (AS) tersebut dilakukan sebagai bagian dari siklus penyesuaian berkelanjutan. (FOTO:iStockphoto/hapabapa).
Jakarta, CNN Indonesia --

Raksasa manajemen aset dunia, BlackRock mengumumkan rencana pemangkasan jumlah karyawan secara global atau PHK sekitar 1 persen atau setara 200 orang.

Langkah perusahaan asal Amerika Serikat (AS) tersebut dilakukan sebagai bagian dari siklus penyesuaian berkelanjutan.

Pemutusan hubungan kerja (PHK) merupakan langkah CEO BlackRock Larry Fink untuk menerapkan siklus penyesuaian yang terukur dan berkelanjutan. Di mana, aksi PHK tersebut telah dilakukan sebanyak tiga kali dalam 18 bulan terakhir, dilansir dari Straits Times pada Rabu (17/6).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Meski begitu, BlackRock telah merampungkan sejumlah akuisisi dalam beberapa tahun terakhir.

Perusahaan investasi itu juga membuka kembali lowongan pekerjaan untuk berbagai peran seperti manajer investasi, operasional, hingga teknologi, menurut sumber yang tidak ingin disebutkan namanya.

Tak hanya itu, pekerjaan dari divisi pembiayaan swasta juga diperkuat dengan pembelian HPS Investment Partners senilai US$12 miliar tahun lalu atau setara Rp213,6 miliar (Rp17.801). Itu sekaligus menjadi akuisisi terbesar di sektor kredit swasta.

[Gambas:Youtube]

"Tindakan yang kami ambil hari ini adalah disiplin biasa dari organisasi yang terus berkembang," kata juru bicara perusahaan.

Perusahaan juga mengklaim selalu meninjau jumlah karyawan di seluruh bisnisnya untuk melayani kliennya dengan sebaik-baiknya, tambah juru bicara itu.

BlackRock melanjutkan pemutusan hubungan kerja pada 2023 setelah berhenti selama bertahun-tahun sepanjang periode pandemi.

Perusahaan bernilai US$14 triliun itu melakukan dua putaran besar pemutusan hubungan kerja pada 2025, dengan memangkas sekitar 1 persen dari jumlah karyawannya pada setiap kesempatan.

(ins) Add as a preferred
source on Google