Rusia Krisis BBM, Stok Bensin SPBU Krimea Kosong Usai Digempur Ukraina

CNN Indonesia
Jumat, 12 Jun 2026 14:02 WIB
A man holds a fuel nozzle at a petrol station in Paris, France, March 25, 2026. REUTERS/Abdul Saboor
Rusia krisis BBM di sejumlah. SPBU di Semenanjung Krimea kehabisan bensin seiring meningkatnya serangan Ukraina terhadap jalur pasokan ke wilayah tersebut. (Foto: REUTERS/Abdul Saboor)
Jakarta, CNN Indonesia --

Rusia krisis bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah daerah buntut terganggunya jalur pasokan imbas perang melawan Ukraina.

SPBU di Semenanjung Krimea, daerah yang dikuasai Rusia, kehabisan bensin seiring meningkatnya serangan Ukraina terhadap jalur pasokan ke wilayah tersebut pada Kamis (11/6).

Mengutip Reuters, Ukraina telah meningkatkan serangan drone terhadap jalur pasokan ke Krimea yang direbut Moskow dari Kyiv pada 2014. Otoritas lokal telah memberlakukan sistem pembatasan BBM dan beberapa bahan pangan yang juga mulai menipis.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Seorang sumber di Sevastopol, kota terbesar di Semenanjung Krimea, mengatakan tidak ada BBM di sebagian besar SPBU lokal. Bahkan, pasokan sulit untuk memenuhi sistem pembatasan yang diberlakukan dalam beberapa minggu terakhir.

Biasanya BBM dikirim ke Krimea melalui kapal tongkang ke terminal minyak di Kota Feodosia, tetapi pasokan terhenti setelah Ukraina menyerang terminal tersebut pada April lalu.

Gubernur Sevastopol Mikhail Razvozhaev mengatakan rencana distribusi BBM tertunda karena truk tidak dapat mengantarkan bahan bakar ke kota tersebut imbas serangan Ukraina baru-baru ini terhadap rute pasokan.

Gubernur yang ditunjuk Moskow itu mengatakan drone Ukraina telah menyebabkan kerusakan ringan semalam, dengan 33 drone berhasil ditembak jatuh.

Saksi lain di Kota Yevpatoriya mengatakan ada antrean panjang di luar satu-satunya SPBU yang beroperasi di sana.

Sebagian besar BBM dikirim ke Krimea melalui jalan darat dan kereta api, melalui wilayah yang dikuasai Rusia di utara. Wilayah tersebut direbut Moskow pada 2022 sehingga rute-rute tersebut semakin terganggu oleh serangan drone.

Menurut catatan Reuters, krisis BBM di Rusia telah dilaporkan oleh media dan di media sosial di sejumlah wilayah. Selain Krimea yang dikuasai Rusia, ada dua wilayah di Siberia yang secara resmi mengonfirmasi krisis BBM.

Sementara, sebagian besar wilayah lain menyatakan situasi berada di bawah kendali dan beberapa gangguan disebabkan oleh aksi panic buying.

Gubernur Kherson, kota yang dikuasai Moskow dan berbatasan dengan Krimea di utara, juga menyebut Ukraina telah menargetkan jembatan di wilayah tersebut sehingga menyebabkan kerusakan sebagian.

Di sisi lain, Pemerintah Rusia adanya masalah dengan pasokan BBM. Wakil Perdana Menteri Alexander Novak mengatakan ia telah mengeluarkan instruksi untuk menetapkan sistem peramalan guna mengantisipasi kesulitan dalam distribusi bahan bakar dan memenuhi permintaan domestik

"Alexander Novak mengeluarkan instruksi untuk pembuatan model peramalan perkembangan situasi pasar bahan bakar di tingkat regional, dengan rincian terperinci dari semua parameter yang mungkin," kata pemerintah dalam keterangan resmi.

Sistem ini diharapkan akan membantu mengidentifikasi titik-titik kemacetan dan mengambil langkah-langkah pencegahan.

Seorang komandan Ukraina Dmytro Filatov mengatakan pasukan Kyiv telah menyerang Jembatan Chonhar. Fasilitas tersebut menjadi rute kunci antara Krimea dan wilayah Kherson sehingga menyebabkan kerusakan kritis dan menghentikan lalu lintas.

Ia juga mengatakan pihaknya menyerang Kota Armiansk, daerah terletak di selat sempit yang merupakan satu-satunya jalur darat antara Krimea dan daratan utama. Serangan tersebut juga menghancurkan truk yang mengangkut bahan bakar dan amunisi.

Kyiv juga melancarkan serangan di selatan Rusia semalam, dan menyebabkan kerusakan termasuk kebakaran di kilang minyak Afipsky yang telah dipadamkan.

[Gambas:Youtube]

(fln/pta) Add as a preferred
source on Google