BGN Lapor ke Prabowo Risiko Tak Capai Target Penerima MBG Tahun Ini

CNN Indonesia
Jumat, 05 Jun 2026 07:07 WIB
Nanik Sudaryati Deyang
Kepala BGN Nanik S Deyang melaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto bahwa penerima program MBG pada 2026 kemungkinan tidak mencapai target 82,9 juta orang. (CNBC Indonesia/Faisal Rahman).
Jakarta, CNN Indonesia --

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S Deyang mengungkapkan pihaknya telah melaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto penerima program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada 2026 diperkirakan tidak mencapai target 82,9 juta orang.

Menurut Nanik, BGN kini lebih memprioritaskan peningkatan kualitas pelaksanaan program dibanding mengejar jumlah penerima manfaat.

"Kemarin kami bertiga dipanggil Presiden dan kami sudah menyampaikan ke beliau, tahun 2026 ini mohon bapak kami tidak mengejar kuantitas, kami akan perbaiki kualitas," ujar Nanik dalam konferensi pers di kantor BGN, Jakarta Pusat, Kamis (4/6).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sehingga, bisa jadi kami tidak akan mengejar ke 82 juta (penerima), tapi bagaimana dapur-dapur ini sehat, memberikan makan yang bergizi," sambungnya.

Selain itu, BGN juga akan melakukan refocusing penerima manfaat agar anggaran lebih tepat sasaran.

Nanik mengatakan sekolah-sekolah mahal atau yang dinilai mampu secara ekonomi akan dievaluasi apakah masih membutuhkan MBG atau tidak.

"Kalau ada sekolah-sekolah yang mahal, kita tanya apakah masih perlu MBG? Nah ini yang kita alihkan ke 3T. Jadi bisa aja sebetulnya penerima manfaatnya bertambah, tapi tambahannya ini sebetulnya mengurangi dari yang tidak fokus selama ini," ujarnya.

Nanik menyebut BGN kini memprioritaskan perluasan program ke wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

Selain itu, program juga difokuskan kepada kelompok yang disebut sebagai 3B, yakni ibu hamil (bumil), ibu menyusui (busui), dan balita.

Nanik mengatakan kebijakan tersebut diambil setelah BGN berdiskusi dengan para pakar, termasuk dokter anak dan ahli gizi.

Oleh karena itu, BGN kini mengarahkan program MBG untuk memperkuat intervensi gizi pada kelompok tersebut.

"Mereka mengatakan bahwa intervensi paling bagus adalah saat mulai kandungan bulan pertama sampai usia 9 tahun atau sampai SD. Nah, kita kejar ke sana," ujar Nanik.

Ia juga mengungkapkan BGN telah mewajibkan setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) melayani kelompok 3B. Jika tidak dilaksanakan, mereka akan di-suspend.

Menurut Nanik, kebijakan tersebut mulai menunjukkan hasil positif dalam beberapa pekan terakhir dengan penambahan sekitar 22 juta penerima manfaat yang masuk dalam kelompok 3B.

[Gambas:Youtube]

(dhz/sfr) Add as a preferred
source on Google