Harga Minyak Surut ke US$97,14 usai Lebanon-Israel Sepakati Gencatan
Harga minyak dunia turun pada perdagangan Kamis (4/6), setelah Israel dan Lebanon menyepakati implementasi gencatan senjata, yang memunculkan harapan adanya kesepakatan lebih luas untuk mengakhiri konflik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran.
Mengutip Reuters, harga minyak mentah Brent turun 67 sen atau 0,69 persen menjadi US$97,14 per barel. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) Amerika Serikat terkoreksi 62 sen atau 0,65 persen ke level US$95,40 per barel.
Pelemahan tersebut terjadi setelah kedua kontrak acuan sempat menguat sekitar 2 persen pada perdagangan Rabu (3/6). Kenaikan sebelumnya dipicu oleh meningkatnya ketegangan di Timur Tengah, termasuk serangan Iran ke Kuwait serta operasi militer AS di sekitar Selat Hormuz.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sentimen pasar berubah setelah Lebanon dan Israel menyepakati pelaksanaan gencatan senjata yang dinilai dapat membuka jalan bagi meredanya konflik regional. Harapan terhadap kemajuan diplomasi juga datang dari perkembangan terbaru pembicaraan antara Washington dan Teheran.
Presiden AS Donald Trump pada Rabu mengisyaratkan adanya peluang kemajuan dalam negosiasi dengan Iran dalam waktu dekat. Ia menyebut perkembangan positif bisa terjadi paling cepat akhir pekan ini.
Di sisi lain, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi mengatakan komunikasi antara Teheran dan Washington masih berlangsung. Namun, menurutnya, belum ada kemajuan berarti dalam perundingan yang tengah berjalan.
Araqchi menambahkan kedua pihak masih mempelajari berbagai dokumen dan usulan yang telah dipertukarkan dalam proses negosiasi tersebut.
Selain perkembangan geopolitik, pasar juga mencermati dinamika pasokan minyak AS. Data dari Energy Information Administration (EIA) menunjukkan persediaan minyak mentah AS turun 8 juta barel menjadi 433,7 juta barel pada pekan yang berakhir 29 Mei.
as a preferred source on Google