Bos BP Mendadak Dipecat, Kenapa?
Manajemen BP menyebut pemecatan Chairman BP Albert Manifold secara mendadak terkait masalah tata kelola dan perilaku sebagai pimpinan perusahaan raksasa migas Inggris tersebut.
Kepada Reuters, dua sumber yang mengetahui pemecatan tersebut menyampaikan Manifold bertemu dengan pemegang saham aktivis Elliot Management secara diam-diam, tanpa memberi tahu langsung anggota dewan lainnya.
Selain itu, menurut sumber, pertemuan Manifold dengan Elliot tersebut menambah daftar keluhan mengenai perilaku intimidatif terhadap staf eksekutif maupun pegawai level bawah yang membuat dewan direksi khawatir.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski secara teknis pertemuan tersebut tak melanggar aturan tertentu dan bukan alasan utamanya, tetapi dianggap sebagai contoh tindakan sepihak dan tidak beritikad baik terhadap anggota dewan lainnya, kata salah satu dari dua sumber tersebut.
Seluruh interaksi dengan pemegang saham seharusnya dilaporkan kepada dewan sebagai bagian dari pembaruan rutin hubungan investor, kata satu sumber lain yang mengetahui masalah tersebut.
Pertemuan dengan Elliott sebenarnya tidak disembunyikan dari perusahaan karena Manifold telah memberi tahu tim hubungan investor BP bahwa ia beberapa kali bertemu Elliott.
Pada Selasa (26/5) lalu, empat sumber mengatakan kepada Reuters bahwa Manifold bersikap agresif terhadap berbagai kolega di perusahaan sehingga posisinya menjadi tidak dapat dipertahankan.
Kini, perusahaan telah menunjuk Ian Tyler sebagai Chairman sementara.
Adapun Juru Bicara Manifold tidak memberikan komentar resmi terkait pertemuan dengan Elliott. Begitu pun Elliott tidak menanggapi permintaan komentar soal pertemuan tersebut.
Hedge fund aktivis asal AS, Elliott, tahun lalu mengungkap memiliki lebih dari 5 persen saham, kemudian sejak itu belum memberikan pembaruan publik mengenai besaran kepemilikannya.
Elliott ingin BP memangkas biaya, mengalihkan fokus dan belanja dari proyek energi terbarukan ke minyak dan gas, serta menyederhanakan struktur organisasi perusahaan.
Manifold sendiri ingin mempercepat restrukturisasi BP, yang dalam beberapa bulan terakhir telah menerapkan sebagian besar perubahan tersebut.
Ia mengatakan pemecatannya dilakukan tanpa peringatan. Ia juga membahas pelengseran ini terkait perilaku menegaskan siap melawan setiap narasi palsu.
"Apakah mungkin, dalam tekad saya mendorong perubahan terkait biaya, kinerja, neraca, dan komunikasi pemegang saham, saya terlalu keras dan menantang orang secara langsung? Ya, mungkin saja," katanya dalam sebuah pernyataan pada Kamis (28/5).
"Yang tidak saya terima adalah kebohongan tentang diri saya, maupun orang-orang yang bersembunyi di balik anonimitas saat mengomentari masa kerja saya di BP," tambahnya.
Juru Bicara Manifold menolak berkomentar pada Kamis terkait langkah apa pun yang mungkin akan diambil terhadap BP.
Kepergian Manifold menjadi pengunduran diri mendadak setelah delapan bulan menjabat atau pemecatan paksa ketiga terhadap petinggi BP dalam tiga tahun terakhir setelah mantan CEO Bernard Looney dan Murray Auchincloss juga disingkirkan.
Imbas pemecatan Manifold tersebut, saham BP anjlok hingga 9 persen dan menjadi pukulan bagi upaya manajemen untuk membuktikan bahwa perusahaan telah kembali stabil.
Langkah pemecatan ini memunculkan pertanyaan mengenai kemampuan perusahaan menjalankan strategi pemulihan untuk mendapat dukungan investor.
BP merekrut Manifold tahun lalu untuk mengawasi upaya memulihkan kepercayaan investor setelah bertahun-tahun perubahan strategi dan kepemimpinan, serta tingginya utang perusahaan. Ia menggantikan Helge Lund.
(fln/sfr) Add
as a preferred source on Google