Pertamina Pastikan Tak Ada Rencana Pengurangan Kuota Pertalite

CNN Indonesia
Selasa, 26 Mei 2026 10:40 WIB
Petugas melayani pengisian BBM di SPBU Tol Sidoarjo 54.612.48, Sidoarjo, Jawa Timur, Senin (11/4/2022).  Pemerintah menetapkan Pertalite sebagai jenis BBM khusus penugasan yang dijual dengan harga Rp7.650 per liter dan Biosolar Rp5.510 per liter, sem
Pertamina menegaskan hingga saat ini belum ada rencana ataupun arahan dari Pemerintah terkait pengurangan kuota Pertalite di pasar. (FOTO:ANTARA/Zabur Karuru).
Jakarta, CNN Indonesia --

PT Pertamina Patra Niaga memastikan sampai saat ini tidak ada rencana pengurangan kuota Pertalite di pasar. Sampai saat ini, skema pembelian masih tetap sama.

Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga Roberth MV Dumatubun menegaskan hingga saat ini belum ada rencana ataupun arahan dari Pemerintah terkait pengurangan kuota.

"Dapat dipastikan adalah sampai dengan saat ini bahwa dari pemerintah tidak ada rencana untuk pengurangan pertalite," ujar Roberth kepada CNNIndonesia.com, Selasa (26/5).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Roberth, begitu juga dengan informasi yang beredar di media sosial mengenai pembatasan pembelian Pertalite baik berdasarkan merk maupun kapasitas kendaraan mulai 1 Juni 2026 tidak benar.

"Seperi halnya info yang tidak benar bahwa per 1 Juni kendaraan tertentu dilarang menggunakan pertalite," imbuhnya.

Sebelumnya, Roberth menyebutkan Pertamina Patra Niaga dalam menjalankan mandat distribusi energi akan mengikuti kebijakan resmi Pemerintah.

[Gambas:Youtube]

"Sekali lagi kami tekankan, hingga saat ini tidak ada aturan atau arahan dari pemerintah terkait pembatasan Pertalite berdasarkan merk kendaraan tertentu maupun berdasarkan kapasitas mesin kendaraan," jelasnya dalam keterangan tertulis, Sabtu (23/5).

Saat ini, layanan distribusi dan penyaluran Pertalite tetap berjalan normal. Program Subsidi Tepat yang dijalankan merupakan bagian dari upaya mendukung tata kelola distribusi energi agar lebih tepat sasaran, dan tidak dapat disamakan dengan informasi viral berupa daftar kendaraan tertentu yang dilarang membeli BBM.

Pertamina Patra Niaga mengimbau masyarakat untuk selalu memverifikasi informasi melalui kanal resmi pemerintah, regulator, maupun Pertamina sebelum membagikan ulang informasi di ruang digital agar tidak mudah terpengaruh informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya.

(ldy/ins) Add as a preferred
source on Google