4 Saham Indonesia Bakal Didepak dari Indeks FTSE Russell per Juni 2026

CNN Indonesia
Senin, 25 Mei 2026 08:15 WIB
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terjungkal 9,19 persen pada Selasa (8/4) atau perdagangan perdana setelah libur panjang Lebaran 2025. Berdasarkan RTI Business, IHSG turun drastis sebesar 598,55 poin atau 9,19 persen ke level 5.912. CNN Indonesia/S
Lembaga pemeringkat indeks saham global, FTSE Russell resmi mengeluarkan 4 saham Indonesia dari daftar indeks FTSE Global Equity Index Series (GEIS). (FOTO:CNN Indonesia/Safir Makki).
Jakarta, CNN Indonesia --

Lembaga pemeringkat indeks saham global, FTSE Russell resmi mengeluarkan 4 saham Indonesia dari daftar indeks FTSE Global Equity Index Series (GEIS).

Hal itu disampaikan dalam laporan berjudul June 2026 Quarterly Review pada situs resminya, Sabtu (23/5). Selanjutnya, keputusan penyesuaian indeks tersebut akan berlaku pada Senin (22/6) mendatang. 

Dalam laporan tersebut, terdapat empat saham asal Indonesia yang akan dikeluarkan dalam indeks FTSE Russell. Pertama, saham milik Grup Sinar Mas, PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Perseroan didepak dari kategori large cap GEIS lantaran masuk dalam kategori saham dengan struktur kepemilikan terkonsentrasi tinggi atau high shareholding concentration (HSG), dilansir dari detik.com.

"Failed high shareholding concentration (gagal memenuhi kriteria konsentrasi kepemilikan saham yang tinggi)," tulis pengumuman FTSE Russell, Sabtu (23/5).

Kedua, saham PT Daaz Bara Lestari Tbk (DAAZ) dalam kategori micro cap karena memiliki free float di bawah batas minimum.

[Gambas:Youtube]

Ketiga, saham PT Hillcon Tbk (HILL). Keempat, saham PT Mulia Industrindo Tbk (MLIA). Kedua saham emiten tersebut dinilai tidak memenuhi kriteria lantaran gagal penyaringan pengawasan saham atau failed surveillance stocks screen.

Keputusan ini efektif berlaku pada setelah penutupan perdagangan 19 Juni 2026. Namun, keputusan ini masih dapat ditinjau ulang hingga penutupan perdagangan Jumat 5 Juni 2026.

"Harap diperhatikan, perubahan hasil tinjauan indeks yang tercantum dalam file lampiran masih dapat mengalami revisi hingga penutupan perdagangan pada Jumat, 5 Juni 2026. Mulai Senin, 8 Juni 2026, perubahan hasil tinjauan indeks akan dianggap final," tegas pengumuman FTSE Russell.

Perusahaan pemeringkat itu menjelaskan bahwa setiap perubahan berikutnya, umumnya hanya akan dipertimbangkan dalam kondisi luar biasa, sesuai kebijakan dan pedoman perhitungan ulang indeks FTSE Russell.

(ins) Add as a preferred
source on Google