Pekan Depan Purbaya akan Bocorkan Jurus Baru Geser Rupiah ke Rp15 Ribu
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa bocorkan langkah baru pekan depan untuk memperkuat nilai tukar rupiah yang saat ini masih berada di kisaran Rp17.700 per dolar AS.
Purbaya mengatakan langkah tersebut berkaitan dengan penguatan aliran devisa hasil ekspor (DHE) agar dana ekspor komoditas strategis tetap berada di dalam negeri.
"Minggu depan ada action dari saya untuk memperkuat nilai tukar," ujar Purbaya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Jumat (22/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menjelaskan salah satu faktor yang diyakini dapat menopang rupiah adalah implementasi kebijakan baru terkait DHE SDA, terutama dari ekspor batu bara dan minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO).
"Nanti kalau itu mulai berjalan, kan hasil devisanya enggak lari ke mana-mana tuh dari ekspor batu bara, ekspor CPO akan tinggal di sini," katanya.
Menurut Purbaya, implementasi kebijakan DHE yang mulai berlaku pada Juni mendatang juga diperkirakan akan memperkuat pasokan dolar di dalam negeri.
"DHE juga hasil ekspor jangan mulai balik mulai dijalankan lagi yang baru kan Juni. Itu akan memperkuat semuanya," ujarnya.
Selain mengandalkan kebijakan DHE, pemerintah juga terus menjaga stabilitas pasar obligasi domestik untuk menarik kembali aliran dana asing ke Indonesia.
Purbaya menyebut penurunan yield obligasi pemerintah dalam beberapa waktu terakhir menjadi salah satu sinyal mulai pulihnya kepercayaan investor terhadap pasar keuangan domestik.
"Bond-nya kan turun kan? Yield-nya kan turun kan? Jadi ketika stabilitas harga obligasi terlihat, asing enggak ragu untuk masuk," katanya.
Sang Bendahara Negara mengatakan investor asing juga mulai kembali masuk ke pasar obligasi Indonesia, baik di pasar sekunder maupun pasar primer.
Sebelumnya, Purbaya menargetkan nilai tukar rupiah bisa kembali menguat ke level Rp15 ribu per dolar AS. Optimisme itu disampaikan dalam sesi diskusi bersama Chairman CT Corp Chairul Tanjung di acara Jogja Financial Festival 2026 di Yogyakarta, Jumat (22/5).
"Nanti Juni akan ada suplai dolar yang cukup signifikan ke ekonomi kita. Jadi rupiah akan menguat," kata Purbaya saat itu.
Nilai tukar rupiah sendiri berada di level Rp17.716 per dolar AS pada perdagangan Jumat (22/5) sore. Rupiah melemah 50 poin atau 0,28 persen dibandingkan perdagangan sebelumnya.
Pelemahan rupiah terjadi seiring tekanan yang juga dialami mayoritas mata uang Asia terhadap dolar AS. Mata uang seperti peso Filipina, ringgit Malaysia, dolar Singapura, yen Jepang, hingga won Korea Selatan kompak berada di zona merah.
as a preferred source on Google