Purbaya Curhat soal Ekonom TikTok ke CT

CNN Indonesia
Jumat, 22 Mei 2026 18:26 WIB
Chairman & Founder CT Corp, Chairul Tanjung dan Menteri Keuangan RI, Purbaya Yudhi Sadewa saat menyampaikan pemaparan dalam Jogja Financial Festival 2026 di Jogja Expo Center (JEC), Yogyakarta, DIY, Jumat (22/5/2026). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)
Purbaya keheranan dengan anggapan sebagian masyarakat yang menilai ekonomi RI sedang buruk, padahal berbagai indikator menunjukkan kondisi masih cukup solid. (FOTO:CNBC Indonesia/Muhammad Sabki).
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa berkelakar soal maraknya 'analisa ekonom di TikTok' yang dinilai membentuk persepsi negatif terhadap kondisi ekonomi Indonesia. Hal itu ia sampaikan saat berbincang dengan pengusaha sekaligus Chairman CT Corp Chairul Tanjung atau CT.

Purbaya mengaku heran dengan anggapan sebagian masyarakat yang menilai ekonomi nasional sedang buruk, padahal berbagai indikator menunjukkan kondisi masih cukup solid.

"Terus terang Pak CT, saya juga bingung kenapa ada anggapan seperti itu. Setelah saya analisa lebih lanjut, ternyata itu kebanyakan adalah analisa ekonom TikTok," kata Purbaya dalam acara Jogja Financial Festival, Jumat (22/5).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia bahkan menyebut CT ikut terpengaruh narasi ekonomi dari media sosial tersebut, sehingga pertanyaan keraguan akan ekonomi Indonesia bisa menjadi pertanyaan dalam perbincangan mereka.

"Pak CT juga rupanya kena pengaruh ekonom TikTok. Jadi Pak CT kalau lihat TikTok jangan lihat ekonom TikTok. Jadi kalay lihat TikTok jangan lihat yang lain, lihat yang saya saja," ujarnya sambil bercanda.

Menurut Purbaya, narasi negatif di media sosial kerap tidak sejalan dengan data ekonomi yang ada di lapangan. Ia menilai sebagian analis terlalu fokus pada sentimen pesimistis.

[Gambas:Youtube]

Purbaya mengatakan dirinya terbuka terhadap kritik dan selalu memeriksa langsung data-data ekonomi sebelum mengambil kesimpulan.

"Saya bukan tertutup terhadap kritik ya, saya buka dan saya investigasi," imbuhnya.

Dari investigasi yang dilakukan, ia memaparkan sejumlah indikator yang menurutnya menunjukkan ekonomi domestik masih cukup kuat, mulai dari penjualan kendaraan, konsumsi listrik, hingga aktivitas perdagangan di pasar tradisional.

Lihat Juga :

Purbaya mengaku juga sempat mengunjungi Pasar Beringharjo di Yogyakarta dan Pasar Tanah Abang di Jakarta untuk melihat langsung kondisi ekonomi masyarakat.

"Kita lihat di situ seperti apa sih, rame juga. Saya ke Pasar Tanah Abang, rame juga Pak. Yang ekonom-ekonom itu mungkin asik di TikTok saja Pak. Jadi saya tekankan lagi Pak CT, lain kali jangan denger mereka, denger aja saya," pungkasnya.

(ldy/ins) Add as a preferred
source on Google