PU Butuh Rp30 T Buat Benahi136 Perlintasan Sebidang di Jalan Nasional
Wakil Menteri Pekerjaan Umum (Wamen PU) Diana Kusumastuti mengungkap butuh anggaran sebesar Rp30 triliun untuk membenahi 136 perlintasan sebidang yang ada di jalan nasional di seluruh Indonesia.
Berdasarkan data Kementerian PU, total perlintasan sebidang di seluruh Indonesia berjumlah 4.242 lokasi. Dari jumlah ini ada 184 lokasi yang berada di bawah kewenangan nasional, di mana yang tertangani baru 48 lokasi, sisanya 136 masih belum diperbaiki.
"Dari sisi kebutuhan konstruksi, estimasi biaya untuk penanganan 136 lokasi tersebut ini mencapai sekitar Rp30 triliun. Dengan perkiraan ini rata-rata biaya konstruksi ini sekitar Rp350 (juta)sampai Rp400 juta per meternya," ujar Diana dalam Rapat Kerja Komisi V DPR RI, Kamis (21/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Diana menyebutkan 136 lokasi perlintasan sebidang tersebar di tujuh provinsi. Rinciannya, di Sumatera Utara 27 lokasi, Sumatera Barat itu 7 lokasi, Sumatera Selatan 18 lokasi, Banten 8 lokasi, Jawa Barat 13 lokasi, Jawa Tengah 16 lokasi, dan Jawa Timur 47 lokasi.
"Dan data ini menunjukkan bahwa skala pekerjaan ini cukup besar," imbuhnya.
Menurut Diana, pembenahan perlintasan sebidang akan disesuaikan dengan karakter lokasi. Kementerian PU, diklaim sangat mampu melakukannya dengan pengalaman yang sudah ada.
Diana memaparkan beberapa contoh perlintasan sebidang yang sudah berhasil ditangani instansinya, anatara lain flyover kretek yang terletak di Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah sepanjang 788,5 meter pada 2017
Lalu, ada juga flyover Kelonengan, Jawa Tengah sepanjang 760 meter dan flyover Dermoleng sepanjang 617,5 meter yang sama-sama dibangun pada 2017. Kemudian ada juga, underpass Karangsawah sepanjang 850 meter pada 2018 lalu.
"Nah, contoh-contoh yang kami sampaikan tersebut, ini menunjukkan bahwa penanganan ini dapat disesuaikan dengan karakter lokasi dan kebutuhan konstruksinya," pungkas Diana.
(ldy/pta) Add
as a preferred source on Google