Rupiah Ditutup Loyo ke Rp17.706 per Dolar AS Selasa Sore

CNN Indonesia
Selasa, 19 Mei 2026 16:14 WIB
Nilai tukar rupiah melemah 0,22 persen ke Rp17.706 per dolar AS pada perdagangan Selasa (19/5) sore.
Nilai tukar rupiah melemah 0,22 persen ke Rp17.706 per dolar AS pada perdagangan Selasa (19/5) sore. Ilustrasi. (CNN Indonesia/Safir Makki).
Jakarta, CNN Indonesia --

Nilai tukar rupiah ditutup di level Rp17.706 per dolar AS pada perdagangan Selasa (19/5) sore. Mata uang Garuda melemah 38 poin atau 0,22 persen dibandingkan perdagangan sebelumnya.

Pelemahan rupiah sejalan dengan mayoritas mata uang di kawasan Asia yang juga tertekan terhadap dolar AS. Yuan China turun 0,05 persen, peso Filipina melemah 0,02 persen, dan ringgit Malaysia terdepresiasi 0,01 persen.

Sementara itu, dolar Singapura melemah 0,16 persen, yen Jepang turun 0,16 persen, won Korea Selatan terdepresiasi 0,98 persen, serta dolar Hong Kong terkoreksi 0,02 persen.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di sisi lain, mata uang utama negara maju turut melemah terhadap dolar AS. Euro Eropa turun 0,21 persen, poundsterling Inggris terkoreksi 0,24 persen, dolar Australia melemah 0,66 persen, dolar Kanada turun 0,12 persen, dan franc Swiss terdepresiasi 0,18 persen.

Analis mata uang Ibrahim Assuaibi mengatakan pelemahan rupiah dipengaruhi sentimen eksternal dan domestik yang masih membebani pasar.

Ia mengatakan pasar masih mencermati perkembangan konflik Timur Tengah setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menunda rencana serangan terhadap Iran demi membuka ruang negosiasi.

"Investor tetap berhati-hati karena pasar mengevaluasi bagaimana arah kebijakan The Fed dapat berkembang di bawah kepemimpinan baru," ujar Ibrahim kepada CNNIndonesia.com.

Di dalam negeri, Ibrahim menilai pelemahan rupiah mulai menekan ketahanan pangan nasional karena tingginya ketergantungan impor sejumlah komoditas pangan strategis.

"Kondisi pelemahan rupiah ini otomatis meningkatkan biaya impor karena mayoritas transaksi dilakukan menggunakan dolar AS. Pada akhirnya, peningkatan biaya impor ini berisiko menimbulkan kenaikan harga pangan di dalam negeri," katanya.

Menurut dia, tekanan kurs berpotensi cepat merambat ke harga pangan olahan seperti mi instan, roti, tahu-tempe, susu, hingga makanan olahan lainnya pada semester II 2026.

Ia memperkirakan rupiah bergerak fluktuatif namun ditutup melemah pada perdagangan besok dalam rentang Rp17.700 hingga Rp17.750 per dolar AS.

[Gambas:Video CNN]

(lau/sfr) Add as a preferred
source on Google