Purbaya Siap Kucurkan Rp2 T per Hari ke Pasar Obligasi Demi Rupiah
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa berencana mengucurkan sekitar Rp2 triliun per hari guna intervensi di pasar obligasi demi menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.
"Saya minta masuk Rp2 triliun setiap hari," ujar Purbaya di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (18/5).
Purbaya menyebut hingga kini ia masih memiliki beberapa pos anggaran yang tersedia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia juga menyebut strategi ini hanya merupakan manajemen keuangan belaka, uang itu pun tidak hilang.
"Cuma diputar saja supaya ada sedikit sentimen positif di pasar obligasi. Biasanya kalau sentimen positif di situ biasanya asing juga ikut masuk dan rupiah cenderung terkendali. Kenapa? Karena enggak, uangnya enggak keluar lagi," ucap dia.
Purbaya berharap dengan masuknya intervensi pemerintah ke pasar obligasi ini nili tukar rupiah pun akan kembali stabil dalam waktu dekat.
Belakangan nilai tukar rupiah menunjukkan tren negatif. Pemerintah pun membantu pergerakan nilai tukar rupiah untuk bangkit. Pada Senin (18/5) sore, nilai tukar rupiah menyentuh level Rp17.668 per dolar AS.
Sejak pekan lalu, Kemenkeu turun tangan membantu Bank Indonesia menstabilkan rupiah dengan masuk ke pasar obligasi melalui bond stabilization fund (BSF).
Purbaya menyatakan hari ini pihaknya akan terjun ke pasar obligasi lebih signifikan dibanding pekan lalu. Tujuannya, pasar obligasi bisa terkendali dan memperkuat nilai tukar rupiah.
Dengan begitu, Purbaya berharap investor asing yang memegang surat utang RI tidak perlu menjualnya karena harganya turun. Hal ini bisa meredam tekanan terhadap rupiah.
(mnf/sfr) Add
as a preferred source on Google