DPR Perintahkan BI Bawa Rupiah ke Rp16.500 Lagi!
Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun meminta Bank Indonesia (BI) membawa nilai tukar rupiah ke level Rp16.500 per dolar AS sesuai asumsi makro dalam Anggaran dan Pendapatan Belanja Negara (APBN) 2026.
Ia menilai BI harus bekerja keras agar nilai tukar rupiah dapat kembali stabil di kisaran yang telah disepakati pemerintah dan DPR dalam APBN 2026.
"Kita meminta kepada Bank Indonesia melakukan langkah-langkah yang sungguh-sungguh bagaimana melakukan upaya stabilisasi nilai tukar rupiah kepada kesepakatan politik yang kita punyai, yaitu di asumsi makro APBN 2026 di mana rupiah itu berada pada angka Rp16.500 rata-rata," kata Misbakhun di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (18/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Misbakhun mengatakan sejak awal tahun rupiah belum pernah berada di level Rp16.500 per dolar AS.
Menurut Misbakhun, Gubernur BI Perry Warjiyo menyampaikan rupiah biasanya menguat pada pertengahan tahun, khususnya periode Juni hingga September.
"Tadi memberikan argumentasi bahwa di bulan Juni, Juli, Agustus, September itu biasanya rupiah mengalami penguatan," ujarnya.
Politikus Partai Golkar itu pun menilai pelemahan rupiah saat ini memberi tekanan besar terhadap aktivitas impor. Ia menjelaskan dampak pelemahan rupiah tidak hanya dirasakan pemerintah ketika mengimpor BBM dan LPG, tetapi juga sektor swasta yang bergantung pada bahan baku impor.
Menurut dia, industri seperti plastik mulai terdampak akibat kenaikan biaya impor bahan baku.
Misbakhun mengatakan BI harus menjadikan aspirasi DPR sebagai perhatian serius dalam menjaga stabilitas rupiah.
"Tinggal bagaimana strategi Bank Indonesia ke depan menjadikan aspirasi yang tadi berada di ruang rapat Komisi XI itu untuk menjadi perhatian, sehingga melakukan upaya stabilisasi untuk mengembalikan nilai tukar rupiah itu kepada kesepakatan politik," ucapnya.
Ia menegaskan permintaan DPR agar rupiah kembali ke level Rp16.500 bukan hal berlebihan.
"Kita minta tidak muluk-muluk, tidak terlalu tinggi-tinggi amat, permintaan kita supaya nilai tukar dibawa kepada angka stabilisasi di Rp16.500 seperti kesepakatan kita," ujar Misbakhun.
Nilai tukar rupiah berada di level Rp17.668 per dolar AS pada perdagangan Senin (18/5) sore. Mata uang Garuda melemah 71 poin atau 0,40 persen dibandingkan perdagangan sebelumnya.
Pergerakan rupiah sejalan dengan mayoritas mata uang di kawasan Asia yang bergerak bervariasi terhadap dolar AS. Yuan China menguat 0,21 persen, dolar Singapura terapresiasi 0,12 persen, dan won Korea Selatan naik 0,11 persen.
Sementara itu, peso Filipina melemah 0,01 persen, yen Jepang turun 0,09 persen, serta ringgit Malaysia terdepresiasi 0,52 persen. Adapun dolar Hong Kong bergerak stabil terhadap dolar AS.
Mata uang utama negara maju juga bergerak variatif. Euro Eropa naik 0,10 persen, poundsterling Inggris menguat 0,31 persen, dolar Australia terapresiasi 0,10 persen, dolar Kanada naik 0,09 persen, serta franc Swiss menguat 0,25 persen terhadap dolar AS.
as a preferred source on Google