Anggota DPR Soroti Anjlok Rupiah Rp17.664 saat Ekonomi 5,61 Persen
Anggota Komisi XI DPR RI Primus Yustisio menyoroti kondisi ekonomi Indonesia yang dinilai anomali karena pertumbuhan ekonomi kuartal I 2026 berada di level 5,61 persen, sementara rupiah melemah tajam terhadap dolar AS.
Hal itu disampaikan Primus dalam rapat kerja Komisi XI DPR RI bersama Bank Indonesia di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (18/5).
"Pertumbuhan ekonomi kita 5,61 persen, tetapi nilai tukar rupiah kita jeblok, bahkan sekarang ada di level rekor terendah terhadap dolar," jelasnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut dia, pelemahan rupiah terjadi hampir terhadap seluruh mata uang utama dunia. Beberapa diantaranya Singapura, Australia, Malaysia, Arab Saudi, Hong Kong, dan Eropa.
Politikus Partai Amanat Nasional (PAN) itu menilai BI telah kehilangan kepercayaan publik dan kredibilitas di mata pasar.
"Menurut saya pribadi Bank Indonesia saat ini sudah menghilangkan trust (kepercayaan), Bank Indonesia sudah menyampingkan kredibilitasnya," ujar Primus.
Oleh karena itu, Primus menyarankan Perry bersikap gentleman dan bertanggung jawab atas kondisi pelemahan rupiah ini dengan mengundurkan diri.
"Kadang kalau kita mengambil tindakan gentleman itu bukan penghinaan. Mungkin saatnya bapak mengundurkan diri, tidak ada salah," ucapnya.
Ia menilai pengunduran diri justru bisa menjadi bentuk tanggung jawab moral sebagaimana yang kerap terjadi di sejumlah negara lain.
"Anda akan lebih dihormati seperti di Korea dan Jepang kalau Anda tidak bisa melakukan tugas Anda dengan baik," kata Primus.
Di akhir pernyataannya, Primus mengutip hadis terkait kepemimpinan dan tanggung jawab.
"Apabila suatu urusan diserahkan kepada yang bukan ahlinya, tunggulah kehancurannya," ujar Primus mengutip hadis tersebut.
Nilai tukar rupiah terpantau nyaris menembus level Rp17.700 per dolar AS pada perdagangan Senin (18/5) siang ini dan tercatat menjadi level mata uang Garuda yang terlemah sepanjang sejarah.
Berdasarkan situs Bloomberg, rupiah berada di level Rp17.664 per dolar AS pada pukul 13.20 WIB. Posisi tersebut melemah 67 poin atau 0,38 persen dibandingkan penutupan sebelumnya.
Pelemahan itu juga memperdalam tekanan rupiah setelah pada pembukaan perdagangan pagi tadi mata uang domestik sudah berada di level Rp17.630 per dolar AS atau turun 33 poin dibandingkan perdagangan sebelumnya.
Level tersebut melampaui rekor pelemahan rupiah saat krisis moneter 1998 yang sempat menyentuh kisaran Rp16.800 per dolar AS.
as a preferred source on Google