IHSG Anjlok 1,53 Persen ke 6.753 Usai Pengumuman MSCI

CNN Indonesia
Rabu, 13 Mei 2026 09:16 WIB
IHSG dibuka melemah 104,9 poin atau minus 1,53 persen ke level 6.753 pada Rabu pagi (12/5) setelah pengumuman rebalancing saham RI oleh MSCI.
IHSG dibuka melemah 104,9 poin atau minus 1,53 persen ke level 6.753 pada Rabu pagi (12/5) setelah pengumuman rebalancing saham RI oleh MSCI. (Foto: CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia --

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah ke level 6.753 pada pembukaan perdagangan Rabu pagi (13/5) setelah pengumuman Morgan Stanley Capital International (MSCI) mengenai penyesuaian ulang komposisi indeks saham (rebalancing) terbaru.

Mengutip RTI Infokom per 09.01 WIB, indeks saham melemah 104,9 poin atau minus 1,53 persen dari perdagangan sebelumnya.

Investor melakukan transaksi sebesar Rp672 miliar dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 1,16 miliar saham. Pada pembukaan kali ini, 116 saham menguat, 317 terkoreksi, dan 200 stagnan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam pengumuman terbaru MSCI, mereka mengumumkan MSCI Global Standard Index terbaru per 30 April 2026. Dalam rebalancing terbaru, MSCI menendang 6 emiten saham Indonesia dari indeks.

Selain itu, tidak ada satu pun saham Indonesia yang masuk sebagai konstituen baru dalam MSCI Global Standard Indexes teranyar.

Berikut daftar 6 saham Indonesia yang dihapus dari MSCI Global Standard Index:

1. PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN)
2. PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN)
3. PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA)
4. PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA)
5. PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN)
6. PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT)

Namun, PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) tidak sepenuhnya keluar dari ekosistem indeks MSCI. Raksasa ritel dengan merek Alfamart tersebut turun kelas dari MSCI Global Standard Index ke MSCI Global Small Cap Index.

Dalam MSCI Global Small Cap Index, sebanyak 13 saham Indonesia juga ditendang dari daftar, sementara hanya PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) yang berhasil masuk dalam jajaran terbaru indeks tersebut.

Berikut daftar 13 saham RI yang dihapus dari MSCI Global Small Cap Index:

1. Aneka Tambang (ANTM)
2. Astra Agro Lestari (AALI)
3. Bank Aladin Syariah (BANK)
4. Bumi Serpong Damai (BSDE)
5. Dharma Satya Nusantara (DSNG)
6. Industri Jamu Farmasi Sido Muncul (SIDO)
7. Midi Utama Indonesia (MIDI)
8. Mitra Keluarga Karyasehat (MIKA)
9. MNC Digital Entertainment (MSIN)
10. Pabrik Kertas Tjiwi Kimia (TKIM)
11. Pacific Strategic Financial (APIC)
12. Sawit Sumbermas Sarana (SSMS)
13. Triputra Agro Persada (TAPG)

Sebelumnya, MSCI menetapkan sejumlah perubahan indeks review bagi saham Indonesia pada Februari. Pertama, pembekuan seluruh kenaikan Foreign Inclusion Factor (FIF) dan Number of Shares (NOS).

Kedua, pembekuan penambahan konstituen ke dalam MSCI Investable Market Indexes (IMI). Ketiga pembekuan perpindahan naik antar-indeks segmen ukuran, termasuk dari Small Cap ke Standard.

Dalam pengumumannya, MSCI menyebut ketetapan ini dilakukan untuk mengurangi index turnover dan risiko kelayakan investasi (investability). Ketetapan ini juga sekaligus memberi waktu bagi otoritas pasar untuk menghadirkan perbaikan transparansi.

Jika tidak ada perbaikan hingga Mei 2026, MSCI akan mengevaluasi kembali status akses pasar Indonesia. Langkah ini dilakukan dengan memperhatikan penurunan bobot dalam Indeks Pasar Emerging MSCI untuk semua sekuritas Indonesia dan potensi reklasifikasi Indonesia dari status Emerging Market ke Frontier Market.

[Gambas:Video CNN]

(dhz/pta) Add as a preferred
source on Google