Rupiah Tembus Rp17.500, Purbaya Gelar Rapat Dadakan di Lobi Kemenkeu

CNN Indonesia
Selasa, 12 Mei 2026 20:42 WIB
Menkeu Purbaya menggelar rapat mendadak bersama sejumlah pejabat Kemenkeu di lobi Gedung Djuanda I, Jakarta, Selasa (12/5), di tengah tekanan terhadap rupiah.
Menkeu Purbaya menggelar rapat mendadak bersama sejumlah pejabat Kemenkeu di lobi Gedung Djuanda I, Jakarta, Selasa (12/5), di tengah tekanan terhadap rupiah. (Anisa Indraini/detikcom).
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menggelar rapat mendadak bersama sejumlah pejabat Kementerian Keuangan (Kemenkeu) di lobi Gedung Djuanda I, Jakarta, Selasa (12/5), di tengah tekanan nilai tukar rupiah yang sempat menembus Rp17.500 per dolar AS.

Sejumlah pejabat yang hadir dalam rapat tersebut antara lain Sekretaris Jenderal Kemenkeu Robert Leonard Marbun, Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Suminto, Direktur Jenderal Perbendaharaan Astera Primanto Bhakti, hingga Pelaksana Harian Direktur Jenderal Stabilitas Ekonomi dan Fiskal Ferry Ardiyanto.

Usai rapat yang berlangsung sekitar satu jam, Purbaya mengatakan pembahasan dilakukan untuk mempersiapkan langkah pemerintah memanfaatkan skema Bond Stabilization Fund (BSF) guna menjaga stabilitas pasar keuangan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kira-kira terkait itu," ujar Purbaya.

Namun, ia belum mengungkapkan secara rinci strategi yang akan dijalankan pemerintah melalui BSF untuk membantu Bank Indonesia (BI) mengelola tekanan terhadap rupiah.

"Strateginya masih rahasia, kalau dikasih tahu nanti musuh tahu," ujarnya.

Purbaya memastikan pemerintah akan menggunakan skema BSF untuk membantu menjaga stabilitas pasar obligasi dan nilai tukar rupiah.

Langkah tersebut dilakukan melalui intervensi di pasar surat berharga negara (SBN) guna menjaga tingkat imbal hasil atau yield tetap kompetitif.

Pemerintah nantinya memanfaatkan dana BSF untuk membeli SBN yang dilepas investor asing di pasar.

"Kita akan coba melihat apakah kita bisa membantu stabilitas di pasar bond nanti pelan-pelan ke pasar nilai tukar juga," ujarnya.

Menurut Purbaya, langkah itu pada tahap awal akan mengandalkan kas negara dan tidak perlu dibahas melalui forum Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK).

Purbaya sebelumnya menegaskan Kemenkeu akan membantu BI mengendalikan tekanan rupiah mulai Rabu (13/5).

"Kita akan mulai membantu besok," ujar Purbaya saat merespons pelemahan rupiah yang sempat menyentuh level Rp17.500 per dolar AS.

[Gambas:Video CNN]

(lau/sfr) Add as a preferred
source on Google