Transmedia Lepas 268 Peserta MagangHub Batch 2
Transmedia resmi melepas 268 peserta program MagangHub Batch 2 setelah menjalani program magang selama enam bulan di sejumlah unit bisnis media grup tersebut.
Berdasarkan data, peserta magang terdiri dari 98 orang di Trans TV, 51 orang di CNN Indonesia, 10 orang di CNBC Indonesia, dan 109 orang di Detikcom.
Dalam acara pelepasan pada Senin (11/5), jajaran pimpinan Transmedia mengungkapkan pengalaman peserta selama menjalani praktik kerja langsung di industri media yang dinilai jauh berbeda dibanding teori di bangku kuliah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Direktur Finance Transmedia Warnedy Satmana mengatakan masa magang menjadi kesempatan bagi peserta untuk memahami gambaran besar dunia kerja, termasuk ritme industri media yang cepat dan dinamis.
Menurutnya, banyak peserta yang baru menyadari adanya perbedaan antara teori kampus dan praktik di lapangan saat mulai terjun langsung di dunia kerja.
"Dulu waktu di kampus teori, teori, teori. Terus waktu praktik kok beda? Kok aneh? Kok boleh keluar dari teori? Kok boleh berimprovisasi?" kata Warnedy saat menyampaikan sambutan dalam acara pelepasan itu.
Ia menilai pengalaman tersebut menjadi bagian penting dalam proses belajar para peserta, terutama ketika harus menghadapi situasi kerja yang tidak selalu berjalan sesuai rencana. Warnedy mencontohkan dunia pemberitaan kerap dihadapkan pada peristiwa mendadak yang harus segera diliput tanpa persiapan panjang.
"Kadang-kadang berita tidak terduga. Kita tidak rencanakan, tidak tahu tiba-tiba ada sesuatu yang terjadi dan itu harus diberitakan," ujarnya.
Berjejaring
Selain pengalaman kerja, ia juga menekankan pentingnya jejaring yang terbentuk selama program magang berlangsung. Menurutnya, relasi antarpeserta maupun dengan mentor dapat menjadi bekal untuk perjalanan karier setelah lulus kuliah.
Sementara itu, Direktur Operasional Transmedia Latif Harnoko mengatakan masa magang enam bulan merupakan tahap awal pembentukan karakter dan penyesuaian peserta terhadap budaya kerja profesional di industri media.
Ia menjelaskan setiap divisi di lingkungan Transmedia memiliki karakter kerja berbeda, mulai dari tim produksi yang dituntut kreatif, tim teknik yang cenderung terstruktur, hingga tim redaksi yang bekerja dengan tekanan kecepatan dan ketelitian tinggi.
Menurutnya, dinamika tersebut menjadi pengalaman penting bagi peserta untuk memahami pola kerja di industri media yang tidak selalu ditemukan di ruang kelas.
"Pressure waktu, terus attention to detail-nya harus kuat. Ya itulah risiko-risiko yang ada di news," ujar Latif.
(asa) Add
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]