Rupiah Lesu ke Rp17.350 Jelang Akhir Pekan, Tunggu Damai AS-Iran

CNN Indonesia
Jumat, 08 Mei 2026 09:30 WIB
Analis menilai rupiah berpotensi bergerak terbatas di tengah penguatan dolar AS akibat meningkatnya tensi geopolitik di Timur Tengah.
Analis menilai rupiah berpotensi bergerak terbatas di tengah penguatan dolar AS akibat meningkatnya tensi geopolitik di Timur Tengah. (FOTO:CNN Indonesia/Hesti Rika).
Jakarta, CNN Indonesia --

Nilai tukar rupiah berada di level Rp17.350 per dolar AS pada perdagangan Jumat (8/5) pagi. Mata uang Garuda melemah 17 poin atau 0,10 persen dibandingkan perdagangan sebelumnya.

Pergerakan rupiah sejalan dengan mayoritas mata uang Asia yang bergerak bervariasi terhadap dolar AS. Yuan China turun 0,03 persen, peso Filipina melemah 0,11 persen, dan ringgit Malaysia terdepresiasi 0,15 persen.

Sementara itu, sejumlah mata uang Asia lainnya menguat terhadap dolar AS. Dolar Singapura naik 0,02 persen, yen Jepang menguat 0,02 persen, dan dolar Hong Kong terapresiasi 0,04 persen. Adapun won Korea Selatan menjadi mata uang dengan pelemahan terdalam di kawasan setelah turun 0,55 persen.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di sisi lain, mata uang utama negara maju juga bergerak variatif. Euro Eropa naik 0,06 persen, poundsterling Inggris menguat 0,04 persen, dan dolar Australia terapresiasi 0,02 persen. Sedangkan dolar Kanada menguat 0,05 persen dan franc Swiss melemah 0,01 persen terhadap dolar AS.

Analis mata uang DOO Financial Futures Lukman Leong mengatakan rupiah berpotensi bergerak terbatas di tengah penguatan dolar AS akibat meningkatnya tensi geopolitik di Timur Tengah.

"Rupiah diperkirakan berkonsolidasi dengan potensi melemah terhadap dolar AS yang rebound menyusul insiden saling baku tembak antara kapal AS dan Iran," ujar Lukman kepada CNNIndonesia.com, Jumat (8/5).

[Gambas:Youtube]

Meski demikian, ia menilai pelemahan rupiah masih akan terbatas karena pasar tetap menantikan perkembangan negosiasi damai antara AS dan Iran.

"Trump menegaskan gencatan senjata masih berlaku dan investor masih wait and see menantikan respons Iran terhadap kesepakatan damai yang diusulkan AS," katanya.

Selain sentimen geopolitik, pelaku pasar juga menunggu sejumlah data ekonomi penting, mulai dari posisi cadangan devisa Indonesia hingga laporan ketenagakerjaan Amerika Serikat.

"Investor juga menantikan data cadangan devisa Indonesia siang ini dan data tenaga kerja AS nonfarm payroll malam ini," ujarnya.

Lukman memperkirakan rupiah bergerak dalam rentang Rp17.300 hingga Rp17.400 per dolar AS pada perdagangan hari ini.

(lau/ins) Add as a preferred
source on Google