Bos OJK Lapor ke Prabowo Biang Kerok Investor Kabur dari Bursa RI
Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Friderica Widyasari Dewi melapor ke Presiden Prabowo Subianto soal penyebab arus dana keluar (outflow) dari pasar saham Indonesia.
Aksi jual bersih yang dilakukan investor itu mengakibatkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ambyar. Kiki, sapaan akrab Friderica, mengatakan arus dana keluar yang terjadi belakangan ini lebih banyak didorong oleh faktor geopolitik dan geoekonomi secara global.
"Terjadi outflow karena memang saat ini kondisi dari faktor geopolitik dan geoekonomi secara global, di mana tentu kalau dari The Fed higher for longer, makanya ada outflow," kata Kiki di Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (5/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Higher for longer merujuk pada kebijakan bank sentral AS, The Fed, yang menahan suku bunga di level tinggi untuk waktu lama. Imbasnya, investor cenderung menarik uangnya dari negara berkembang seperti Indonesia, untuk dialihkan ke aset dolar karena imbal hasil tinggi.
Namun, Kiki yakin fenomena tersebut hanya bersifat sementara (temporer) dan pasar modal RI bakal bangkit seiring membaiknya fundamental ekonomi Tanah Air.
Ia juga menjelaskan sejumlah perbaikan yang dilakukan bursa RI untuk meningkatkan kepercayaan investor global, termasuk soal transparansi yang disinggung MSCI.
Menurutnya, otoritas bursa kini sudah membuka membuka informasi ke publik tentang siapa saja investor dengan kepemilikan saham 1 persen lebih.
"Seluruh hal-hal yang menjadi concern dari global investor terkait dengan transparansi dari pasar modal Indonesia, di mana data dari 1 persen pemegang saham sudah kita buka," ujarnya.
Selanjutnya, otoritas bursa juga meningkatkan kedetailan data pasar (granularity), termasuk menambah klasifikasi investor dari 9 menjadi 39, Ultimate Beneficial Ownership (UBO) hingga menaikkan batas free float dari 7,5 persen menjadi 15 persen.
"Granularity dari data dari 9 klasifikasi menjadi 39, sudah kita sampaikan secara sangat granular. Kemudian Ultimate Beneficial Owner juga sudah kita sampaikan. Juga satu lagi terkait likuiditas, yaitu untuk free float di atas 15 persen dengan stages (tahapan) yang kita sampaikan," imbuh Kiki.
Kiki menyebut berbagai pembenahan tersebut mulai berdampak pada tren IHSG yang lebih mencerminkan kondisi fundamental perusahaan.
"Indeks Harga Saham Gabungan pergerakannya sudah in line dengan indeks-indeks utama seperti LQ45, IDX30, dan sebagainya," imbuhnya.
Otoritas bursa juga terus mendorong peningkatan jumlah investor domestik agar pasar modal RI lebih 'kebal' terhadap sentimen global.
"Kita pendalaman pasar, bagaimana investor domestik kita tingkatkan supaya kalau terjadi gonjang-ganjing di luar, tetap lebih stabil market kita," pungkasnya.
(pta/ins) Add
as a preferred source on Google