Purbaya: Inflasi April Terkendali Berkat Subsidi BBM

CNN Indonesia
Selasa, 05 Mei 2026 06:55 WIB
Menkeu Purbaya menilai inflasi pada April 2026 masih terkendali berkat kebijakan pemerintah yang mempertahankan subsidi energi di tengah gejolak global.
Menkeu Purbaya menilai inflasi pada April 2026 masih terkendali berkat kebijakan pemerintah yang mempertahankan subsidi energi di tengah gejolak global. (CNN Indonesia/Muhammad Falah Nafis).
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai inflasi pada April 2026 masih terkendali berkat kebijakan pemerintah yang mempertahankan subsidi energi di tengah gejolak global.

Purbaya mengatakan tekanan inflasi mulai mereda seiring normalisasi kebijakan yang ditempuh pemerintah, termasuk dalam menjaga harga energi.

"Biasanya inflasi (jadi) tinggi, (karena) harga minyak yang berlebihan naiknya. Ini kan (BBM) yang bersubsidi, enggak kita naikkin," ujar Purbaya dalam pertemuan dengan awak media di Kantor Kementerian Keuangan, Senin (4/5).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia menjelaskan keputusan untuk tetap mempertahankan subsidi BBMtelah diperhitungkan secara matang guna menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat.

Menurutnya, pelepasan subsidi di tengah kenaikan harga minyak dunia berpotensi mendorong inflasi lebih tinggi.

"Tapi, kalau kita lepas harga minyak, harga BBM sesuai dengan harga minyak dunia, pasti inflasinya naik tinggi, dan daya beli akan tergerus, efek minyak akan menambah secara signifikan," katanya.

Purbaya menegaskan kebijakan subsidi menjadi salah satu langkah untuk menahan tekanan inflasi agar tidak berdampak lebih luas pada perekonomian.

"Itulah alasan kenapa kita menahan sebagian subsidi BBM," ujarnya.

Ia menambahkan pencabutan subsidi energi tidak hanya berdampak pada inflasi, tetapi juga berisiko menekan daya beli masyarakat dan memperlambat pertumbuhan ekonomi.

"Hitungannya kita adalah mana yang paling bagus, kita subsidi atau kita ambil subsidinya. Uangnya banyak, saya belanjain, tapi ekonominya runtuh, karena susah dikendalikan," jelasnya.

BPS sebelumnya melaporkan inflasi tahunan April 2026 sebesar 2,42 persen, tercermin dari kenaikan indeks harga konsumen (IHK) dari 108,47 pada April 2025 menjadi 111,09 pada April 2026. Secara bulanan, inflasi tercatat sebesar 0,13 persen.

[Gambas:Video CNN]

(lau/sfr) Add as a preferred
source on Google