Airlangga soal Laju Ekonomi Kuartal I 2026: Proyeksinya Alhamdulillah
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menebar senyum saat ditanya soal pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I 2026.
Data pertumbuhan ekonomi tersebut rencananya diumumkan Badan Pusat Statistik (BPS) pada pukul 11.00 WIB, Selasa (5/5) esok hari.
"Ya kita tunggu saja besok jam 11 (siang)," kata Airlangga ketika ditemui di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta Pusat, Senin malam (4/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat ditanya lebih lanjut apakah angkanya sesuai target pemerintah, Airlangga tidak memberi jawaban rinci. Ia hanya memberi sinyal positif.
Lihat Juga :REKOMENDASI SAHAM Intip Saham Berpeluang Cuan di Awal Mei |
"Proyeksinya kuartal I alhamdulillah," ujar Airlangga.
"Masih sesuai dengan ini... Nanti kita lihat tunggu (besok) jam 11 ya. Tanggal mainnya besok sudah jelas, jam mainnya juga jelas," katanya lagi sambil tersenyum.
Sebagai gambaran, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I 2025 tercatat sebesar 4,87 persen. Sementara, pada kuartal I 2024 berada di level 5,11 persen dan kuartal I 2023 sebesar 5,04 persen.
Airlangga sebelumnya memproyeksikan pertumbuhan ekonomi kuartal I 2026 bisa mencapai 5,5 persen.
Menurut dia, momentum Idulfitri 1447 Hijriah menjadi salah satu penopang utama, ditambah stimulus Lebaran 2026 senilai Rp809 triliun.
Stimulus tersebut meliputi diskon tarif tol, bantuan pangan, hingga pemberian tunjangan hari raya (THR) yang mendorong konsumsi masyarakat.
"Kami memprediksi bahwa pertumbuhan kuartal pertama secara fundamental relatif baik dan angkanya lebih besar atau dengan 5,5 persen," ujar Airlangga dalam konferensi pers di Kementerian Investasi, Kamis (23/4).
Capaian kuartal I tersebut dinilai akan terus berlanjut hingga kuartal II meski di tengah banyak tekanan dari global.
Ia berjanji pemerintah akan mencari cara untuk bisa tetap menumbuhkan perekonomian dalam negeri sehingga mencapai target sepanjang tahun ini, 5,4 persen.
Salah satu yang akan diberikan untuk menopang perekonomian kuartal II tahun ini adalah gaji ke-13 untuk seluruh ASN, TNI/Polri dan pensiunannya.
"Kuartal II tentu kita mencari berbagai hal yang bisa menopang pertumbuhan kembali antara lain pembayaran gaji ke 13 di Juni dan program social safety net tetap berjalan. Kita melihat salah satu utama yang bisa mendongkrak sektornya menteri investasi, atau investasi," jelasnya.
(dhz/sfr) Add
as a preferred source on Google