Intip Saham Berpeluang Cuan di Awal Mei
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah 144,42 poin atau minus 2,03 persen di level 6.956 pada Kamis (30/4) silam.
Investor melakukan transaksi sebesar Rp21,87 triliun dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 48,19 miliar saham.
Dalam sepekan terakhir, indeks saham melemah dalam tiga hari. Sementara satu hari sisanya menguat. Tak heran, performa indeks tercatat ambruk hingga 5,72 persen sepanjang pekan kemarin.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sekretaris Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI) Kautsar Primadi Nurahmad mencatat selama periode tanggal 27 sampai dengan 30 April 2026 kemarin perdagangan saham bursa ditutup pada zona negatif.
Lihat Juga : |
Tercatat, kapitalisasi pasar bursa mengalami penurunan sebesar 2,78 persen dari Rp12.736 triliun menjadi Rp12.382 triliun pada pekan lalu. Senada, rata-rata volume transaksi harian turut mengalami penurunan sebesar 17,32 persen dari 44,88 miliar menjadi 37,11 miliar lembar saham.
Kemudian, rata-rata nilai transaksi harian pun turut mengalami penurunan sebesar 6,81 persen dari Rp19,61 triliun menjadi Rp18,27 triliun.
Lalu, rata-rata frekuensi transaksi harian menurun yakni sebesar 15,02 persen dari 2,75 juta kali transaksi menjadi 2,34 juta kali transaksi pada penutupan pekan lalu.
"Adapun investor asing hari ini mencatatkan nilai jual bersih Rp1,486 triliun dan sepanjang tahun 2026 ini, investor asing mencatatkan nilai jual bersih sebesar Rp49,874 triliun," katanya dalam keterangan resmi, Kamis (30/4).
Lantas seperti apa proyeksi pergerakan IHSG untuk sepekan ke depan?
VP Equity Retail Kiwoom Sekuritas Indonesia Oktavianus Audi memperkirakan IHSG pada awal pekan ini cenderung bergerak mixed, namun berpeluang mengalami technical rebound. Menurut dia, ruang gerak indeks akan berada pada level support 6.878 dan resistance 7.030.
"IHSG berpeluang bergerak mixed dengan kecenderungan technical rebound karena indikator RSI sudah mendekati area oversold, sehingga ada peluang penguatan terbatas," ujar Oktavianus kepada CNNIndonesia.com, Minggu (3/5).
Ia menjelaskan pergerakan IHSG akan dipengaruhi oleh sejumlah sentimen eksternal dan domestik. Dari eksternal, pasar mencermati meningkatnya optimisme setelah proposal perdamaian antara Amerika Serikat (AS) dan Iran kembali bergulir.
Kondisi tersebut tercermin dari harga minyak mentah yang mengalami koreksi pada akhir pekan lalu. Menurutnya, pelemahan harga minyak ini dapat menjadi katalis positif bagi pasar saham karena meredakan kekhawatiran terhadap tekanan inflasi global dan biaya energi.
Sementara dari dalam negeri, pelaku pasar menunggu rilis sejumlah data ekonomi penting. Salah satunya adalah data inflasi April 2026 yang diperkirakan melambat ke level 3 persen secara tahunan (year on year/yoy) setelah meredanya dampak musiman Lebaran.
Selain itu, pasar juga menantikan data neraca dagang Maret 2026 yang diproyeksikan masih mencatat surplus sebesar US$4,2 miliar.
Oktavianus menilai perlambatan inflasi dan tetap terjaganya surplus perdagangan akan dibaca positif oleh investor karena menunjukkan fundamental ekonomi domestik yang masih cukup tangguh.
Berdasarkan analisis teknikal, Oktavianus pun merekomendasikan beberapa saham yang bisa dikoleksi. Pertama, saham PT Surya Semesta Internusa Tbk atau SSIA yang ditutup menguat 4,69 persen ke posisi 1.785 pada pekan lalu. Oktavianus memproyeksi SSIA dapat menyentuh level 2.000 pada pekan ini.
Kedua, saham PT Alamtri Resources Indonesia Tbk atau ADRO yang ditutup menguat 3,28 persen ke posisi 2.520 pekan lalu. Oktavianus memproyeksi ADRO dapat menyentuh level 2.660 pada pekan ini.
Analis Teknikal MNC Sekuritas Herditya Wicaksana memperkirakan pergerakan IHSG sepanjang sepekan ke depan masih dibayangi potensi koreksi, meskipun peluang penguatan jangka pendek tetap terbuka.
Menurut dia, indeks akan bergerak dengan area support di level 6.838 dan resistance 7.071.
"Dalam sepekan ke depan IHSG masih rawan terkoreksi, walaupun tetap ada peluang menguat dalam jangka pendek," ujar Herditya.
Ia menjelaskan arah pergerakan pasar akan sangat dipengaruhi oleh sejumlah rilis data ekonomi penting, baik dari dalam negeri maupun global.
Dari domestik, investor menanti publikasi data inflasi, neraca dagang, pertumbuhan ekonomi atau gross domestic product (GDP), serta cadangan devisa Indonesia. Serangkaian indikator tersebut akan menjadi gambaran kekuatan fundamental ekonomi nasional di tengah dinamika pasar.
Sementara dari eksternal, perhatian pelaku pasar juga tertuju pada rilis data ketenagakerjaan AS yang dinilai dapat memengaruhi ekspektasi arah kebijakan suku bunga global dan aliran modal ke pasar negara berkembang, termasuk Indonesia.
Karena itu, Herditya menilai sentimen dari data-data tersebut masih berpotensi membuat IHSG bergerak fluktuatif sepanjang pekan.
Ia pun menyarankan investor dapat mencermati beberapa saham dari emiten ia rekomendasikan. Herditya merekomendasikan saham PT Aneka Tambang Tbk atau ANTM yang ditutup di level 3.740 pada pekan lalu. Ia memproyeksi ANTM dapat menyentuh level 4.130 pada pekan ini.
Kemudian, Herditya pun merekomendasikan saham PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk atau CPIN yang ditutup di level 4.010 pada pekan lalu. Ia memproyeksi CPIN dapat menyentuh level 4.260 pada pekan ini.
Lalu, Herditya juga merekomendasikan saham PT Mitra Adiperkasa Tbk atau MAPI yang ditutup di level 1.215 pada pekan lalu. Ia memproyeksikan MAPI dapat menyentuh level 1.410 pada pekan ini.
Catatan Redaksi: Berita ini tidak dibuat untuk merekomendasikan atau tidak merekomendasikan saham tertentu. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan pembaca.
(pta) Add
as a preferred source on Google
