KFC Indonesia Pangkas Rugi 53,74% di 2025, Momentum Pemulihan Solid
PT Fast Food Indonesia Tbk sebagai pemegang merek KFC Indonesia menunjukkan perbaikan kinerja sepanjang 2025 dengan menekan kerugian secara signifikan. Capaian ini menjadi sinyal awal pemulihan bisnis setelah periode tekanan yang cukup panjang.
"Berdasarkan laporan keuangan per 31 Desember 2025, perseroan mencatat penurunan rugi bersih sebesar 53,74% menjadi Rp369,24 miliar, mencerminkan efektivitas strategi efisiensi dan penguatan fundamental bisnis yang dijalankan secara konsisten," bunyi keterangan tertulis, Selasa (21/4).
Pendapatan tercatat relatif stabil di level Rp4,89 triliun. Di saat yang sama, kualitas profitabilitas membaik seiring keberhasilan menekan beban pokok penjualan sebesar 1,96% menjadi Rp2,00 triliun.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Perbaikan tersebut mendorong margin laba meningkat dari 58,3% menjadi 59,1%. Kondisi ini menunjukkan bahwa pengendalian biaya mulai memberikan dampak nyata terhadap kinerja operasional.
"Perbaikan ini didukung oleh berbagai inisiatif strategis, termasuk peningkatan efisiensi operasional, optimalisasi rantai pasok, serta pelaksanaan program promosi yang lebih selektif dan terukur untuk menjaga kualitas pertumbuhan," papar keterangan resmi.
Di samping itu, langkah efisiensi juga diterapkan dengan disiplin dalam pengendalian biaya diterapkan di seluruh lini bisnis. Upaya ini mencakup rasionalisasi biaya overhead, optimalisasi utilisasi aset, serta penerapan inisiatif digitalisasi untuk meningkatkan produktivitas.
Dampak dari langkah tersebut terlihat pada penurunan rugi operasional dan penguatan arus kas operasional. Kinerja ini menunjukkan perbaikan kualitas operasional yang lebih terjaga.
Di sisi neraca, struktur keuangan juga mengalami penguatan. Rasio lancar meningkat dari 26,90% menjadi 33,49% sebagai hasil dari langkah refinancing yang dilakukan secara proaktif.
Langkah ini ditujukan untuk mengoptimalkan profil jatuh tempo kewajiban serta meningkatkan fleksibilitas arus kas. Dengan kondisi likuiditas yang lebih baik, ruang gerak perusahaan menjadi lebih terjaga.
Penguatan juga terlihat pada struktur permodalan. Perseroan melakukan penambahan modal pada pertengahan 2025 yang mendorong peningkatan ekuitas menjadi Rp435,86 miliar.
Selain itu, perusahaan melakukan divestasi sebagian kepemilikan pada entitas anak. Kebijakan ini diambil untuk memperkuat likuiditas dengan tetap mempertahankan kendali atas bisnis utama.
"Ke depan, KFC Indonesia akan terus melanjutkan transformasi bisnis dengan fokus pada efisiensi, penguatan operasional, serta inovasi produk guna mendorong pertumbuhan yang lebih sehat, berkualitas, dan berkelanjutan," pungkas keterangan tertulis.
(rir) Add
as a preferred source on Google