Jepang Bantu Pasokan Minyak Asia Tenggara Lewat Pinjaman Rp171,34 T

CNN Indonesia
Kamis, 16 Apr 2026 10:27 WIB
Badan Sumber Daya Alam dan Energi Jepang mencatat sekitar 90 persen minyak mentah yang melewati Selat Hormuz ditujukan untuk Asia.
Badan Sumber Daya Alam dan Energi Jepang mencatat sekitar 90 persen minyak mentah yang melewati Selat Hormuz ditujukan untuk Asia. Ilustrasi (iStockphoto/blinow61).
Jakarta, CNN Indonesia --

Jepang menawarkan bantuan pinjaman sekitar US$10 miliar atau setara Rp171,34 triliun (kurs Rp17.134) kepada negara-negara Asia untuk membeli minyak mentah dan memperkuat cadangan energi di tengah perang Timur Tengah yang mendorong harga naik dan mengganggu rantai pasok.

Langkah ini diambil untuk mencegah efek domino terhadap rantai pasok Jepang sendiri yang terhubung erat dengan negara-negara Asia.

Bantuan tersebut akan disalurkan terutama melalui lembaga keuangan yang didukung pemerintah Jepang seperti Japan Bank for International Cooperation (JBIC) dan Nippon Export and Investment Insurance (NEXI).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi mengatakan dukungan itu setara dengan sekitar 1,2 miliar barel minyak atau kira-kira kebutuhan impor minyak mentah negara-negara ASEAN selama satu tahun.

Dukungan tersebut disampaikan setelah pertemuan "AZEC Plus" yang dipimpin Jepang. Pertemuan Komunitas Nol Emisi Asia itu di antaranya dihadiri pemimpin Filipina, Malaysia, Singapura, Thailand, dan Vietnam.

"Kita terhubung erat dengan negara-negara Asia melalui rantai pasok dan saluran lainnya, dan kita saling bergantung," kata Takaichi kepada wartawan setelah pembicaraan tersebut, dilansir dari Reuters Kamis (16/4).

[Gambas:Youtube]

Rantai pasok yang dimaksud antara lain mencakup produk penting seperti peralatan untuk dialisis dan perlengkapan bedah.

Rencana ini ini mencakup penyediaan kredit bagi perusahaan lokal untuk memperoleh sumber energi alternatif seperti minyak mentah dari Amerika Serikat.

Selain itu, Jepang juga akan menyediakan pembiayaan bagi perusahaan dan pemerintah yang menjadi bagian dari rantai pasok Jepang.

Dukungan juga mencakup bantuan diversifikasi sumber energi serta pembangunan tangki penyimpanan guna meningkatkan cadangan minyak negara mitra.

Takaichi menegaskan kerja sama tersebut tidak mencakup pelepasan stok minyak Jepang dan tidak akan memengaruhi pasokan domestik negara tersebut.

Dibandingkan Jepang, negara-negara Asia Tenggara memiliki cadangan minyak yang lebih kecil. Kondisi ini membuat pasokan minyak mentah dan produk turunan seperti nafta, bahan baku utama plastik, semakin terbatas

Gangguan produksi di kawasan Asia Tenggara juga memicu kekhawatiran penyedia layanan kesehatan Jepang yang bergantung pada pasokan dari Asia seperti kontainer, tabung, dan sarung tangan.

Badan Sumber Daya Alam dan Energi Jepang mencatat sekitar 90 persen minyak mentah yang melewati Selat Hormuz ditujukan untuk Asia.

Saat ini Jepang telah mengamankan sekitar empat bulan pasokan nafta untuk kebutuhan domestik. Namun, semakin banyak produsen melaporkan gangguan pengiriman dalam beberapa hari terakhir.

Pemerintah Jepang juga berencana melepaskan tambahan 36 juta barel dari cadangan minyak nasional mulai awal Mei.

(dhz/ins) Add as a preferred
source on Google