RI Jajaki Peluang Ekspor Beras ke Malaysia hingga 200 Ribu Ton

CNN Indonesia
Senin, 13 Apr 2026 20:43 WIB
Pemerintah tengah menjajaki peluang ekspor beras ke Malaysia dengan potensi permintaan mencapai 200 ribu ton.
Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengungkapkan pemerintah tengah menjajaki peluang ekspor beras ke Malaysia dengan potensi permintaan mencapai 200 ribu ton. (CNN Indonesia/Dela Naufalia Fitriyani).
Jakarta, CNN Indonesia --

Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengungkapkan pemerintah tengah menjajaki peluang ekspor beras ke Malaysia dengan potensi permintaan mencapai 200 ribu ton.

Rencana ini muncul di tengah melimpahnya cadangan beras nasional.

"Bahkan, kemarin salah satu direktur kami juga diminta berangkat ke Malaysia karena ada permintaan impor beras tidak kurang dari 200 ribu ton. Ini cukup besar jumlahnya," ujar Rizal dalam konferensi pers di Kantor Pusat Bulog, Jakarta Selatan, Senin (13/4).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Nah, sekarang sedang dijajaki, mudah-mudahan bisa memberikan peluang ekspor kita ke negara-negara tetangga kita demikian," lanjutnya.

Ia menegaskan kondisi stok beras nasional saat ini dalam posisi kuat sehingga tidak mengganggu kebutuhan dalam negeri, termasuk stabilitas harga pangan.

"Yang mana kita ketahui bersama bahwa beras kita dalam posisi yang luar biasa cadangan stoknya. Jadi kami yakinkan tidak ada kenaikan harga pangan, khususnya beras untuk masyarakat Indonesia (di tengah geopolitik global)," ujarnya.

Di sisi lain, Rizal juga memaparkan perkembangan penyerapan beras Bulog hingga pertengahan April 2026. Hingga 13 April 2026, realisasi serapan telah mencapai 48,7 persen dari target nasional sebesar 4 juta ton.

"Kita juga laporkan tadi kepada Pak Mentan (Andi Amran Sulaiman), Pak Wamentan (Sudaryono) bahwa capaian serapan Bulog sampai dengan hari ini tanggal 13 April 2026 adalah mencapai sekitar 48,7 persen (dari target serapan 4 juta ton) yang mana 48,7 persen itu sekitar 1,9 juta ton beras untuk serapan bulan April tanggal 13 ini," ujarnya.

Sejalan dengan itu, stok beras Bulog terus meningkat. Hingga tanggal yang sama, cadangan beras tercatat lebih dari 4 juta ton dan diproyeksikan menembus 5 juta ton dalam waktu dekat.

"Sedangkan untuk stok beras Bulog sampai tanggal 13 April 2026 ini adalah sebesar 4,72 juta ton. Ini prediksi kami dalam waktu dekat, prediksi kami dalam seminggu ke depan atau bahkan 10 hari ke depan tembus mencapai 5 juta ton stok beras Bulog yang ada di gudang Bulog," ujar Rizal.

Wamentan Sudaryono sebelumnya menyebut pemerintah membuka peluang ekspor beras ke sejumlah negara, termasuk Malaysia, Filipina, dan Papua Nugini. Hal ini sejalan dengan peningkatan produksi beras nasional dalam beberapa waktu terakhir.

Pemerintah juga telah merealisasikan ekspor perdana beras ke Arab Saudi sebanyak 2.280 ton pada awal 2026 dan membuka peluang ekspansi pasar ke negara lain di kawasan.

[Gambas:Youtube]

(del/sfr) Add as a preferred
source on Google