BPH Migas Jamin Stok Bensin-Avtur Aman, Serapan Masih di Bawah Kuota

CNN Indonesia
Kamis, 09 Apr 2026 09:58 WIB
Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) memastikan stok bensin dan avtur nasional dalam kondisi aman.
Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) memastikan stok bensin dan avtur nasional dalam kondisi aman. (Arsip BPH Migas via Detikcom).
Jakarta, CNN Indonesia --

Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) memastikan stok bensin dan avtur nasional dalam kondisi aman dan masih mencukupi untuk mendukung aktivitas ekonomi masyarakat.

Kepala BPH Migas Wahyudi Anas menjelaskan konsumsi bensin nasional pada 2025 mencapai 36,98 juta kiloliter.

Penggunaan terbesar tahun lalu berasal dari Pertalite (RON 90) mencapai 28,19 juta kiloliter. Sementara, hingga Februari 2026, konsumsi Pertalite tercatat sebesar 5,88 juta kiloliter.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Posisi penyerapannya masih di bawah dari kuota yang ditetapkan," ujar Wahyudi dalam rapat bersama Komisi XII DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (8/4).

Untuk BBM jenis gasoil (diesel), konsumsi nasional pada 2025 mencapai 40,48 juta kiloliter dengan konsumsi terbesar berasal dari CN48 sebesar 39,02 juta kiloliter. Hingga Februari 2026, konsumsi CN48 tercatat 6,57 juta kiloliter.

"Artinya, posisinya (konsumsi gasoil) masih di bawah dari kuota yang ditetapkan oleh pemerintah," ujar Wahyudi.

Sementara itu, konsumsi avtur nasional pada 2025 tercatat sebesar 4,64 juta kiloliter. Hingga Februari 2026, konsumsinya mencapai 0,74 juta kiloliter.

Adapun konsumsi BBM nasional lainnya pada 2025 sebesar 3,04 juta kiloliter, sedangkan pada 2026 hingga Februari tercatat 0,41 juta kiloliter.

"Ini menggambarkan bahwasannya kebutuhan masyarakat tetap lancar, stok masih cukup aman dan cukup baik untuk melayani kegiatan ekonomi masyarakat," ujar Wahyudi.

Ia juga menyebut kapasitas penyimpanan BBM nasional, baik yang dikelola Pertamina, badan usaha swasta, maupun pemegang izin usaha lainnya, mencapai 9.161.471 kiloliter.

Menurut dia, kapasitas tersebut berjalan optimal, sehingga distribusi BBM di seluruh provinsi, termasuk daerah dengan kebutuhan tinggi, dapat dipenuhi.

[Gambas:Youtube]

(dhz/sfr) Add as a preferred
source on Google