BBM Tak Naik, Purbaya Siap Tambah Rp100 T Buat Subsidi Energi
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya berencana menambah anggaran subsidi energi hingga Rp90 triliun sampai Rp100 triliun tahun ini.
Hal itu seiring keputusan pemerintah menahan harga bahan bakar minyak (BBM) di tengah kenaikan harga minyak dunia.
"Iya kira-kira (sekitar Rp90-100), nanti kita hitung lagi. Itu subsidi doang ya," ujar Purbaya saat ditemui di Wisma Danantara, Rabu (1/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tambahan anggaran tersebut disiapkan untuk mengantisipasi gejolak harga minyak global yang berpotensi meningkatkan beban subsidi energi.
Meski demikian, Purbaya belum merinci sumber pendanaan tambahan tersebut. Ia hanya memastikan kondisi fiskal pemerintah masih cukup kuat untuk menopang kebijakan tersebut.
"Kondisi keuangan negara kita amat baik. Saya punya bantalan cukup banyak," ujarnya.
Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat, hingga akhir Februari 2026 realisasi belanja subsidi dan kompensasi energi telah mencapai Rp51,5 triliun atau 11,5 persen dari target APBN tahun ini.
Angka tersebut melonjak 382,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Lonjakan itu terutama didorong oleh peningkatan belanja kompensasi yang mencapai Rp44,1 triliun, sementara belanja subsidi tercatat sebesar Rp7,4 triliun.
Secara keseluruhan, kenaikan belanja energi dipengaruhi oleh fluktuasi harga minyak mentah Indonesia (ICP), pelemahan nilai tukar rupiah, serta meningkatnya konsumsi BBM, LPG, dan listrik.
Kemenkeu juga mencatat volatilitas harga minyak global yang dipicu dinamika geopolitik turut menekan anggaran subsidi energi, meskipun pemerintah telah memiliki pengalaman menghadapi lonjakan serupa, termasuk saat krisis energi akibat konflik Rusia-Ukraina pada 2022.
(sfr/sfr) Add
as a preferred source on Google