7 Kapal Tanker Malaysia Terjebak Antrean di Selat Hormuz

CNN Indonesia
Sabtu, 28 Mar 2026 19:40 WIB
Iran dikabarkan telah memberikan izin melintas kepada kapal tanker Malaysia di Selat Hormuz, namun kendala operasional piicu antrean panjang di jalur vital itu.
Ilustrasi kapal tanker. (ATTA KENARE / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia --

Sebanyak tujuh kapal tanker milik perusahaan Malaysia saat ini tengah tertahan di Selat Hormuz di tengah tingginya ketegangan militer di Timur Tengah.

Pemerintah Iran dikabarkan telah memberikan izin melintas kepada kapal tanker Malaysia, namun kendala operasional memicu antrean panjang di jalur vital tersebut.

Menteri Luar Luar Negeri Malaysia, Mohamad Hasan, mengonfirmasi bahwa kapal-kapal tersebut-termasuk milik raksasa energi Petronas dan Sapura Energy, tidak ditahan oleh otoritas setempat, melainkan sedang menunggu "jendela waktu" yang aman untuk melanjutkan pelayaran.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mohamad Hasan menjelaskan bahwa Pemerintah Iran telah merespons positif permintaan Malaysia untuk mengizinkan kapal-kapal tersebut melintas.

Situasi terkini terkait antrean di Selat Hormuz, koordinasi tingkat tinggi terjadi. Perdana Menteri Anwar Ibrahim dan Menlu Malaysia telah menghubungi pihak terkait di Iran untuk memastikan keamanan kapal.

Penundaan terjadi karena volume lalu lintas kapal yang sangat padat di Selat Hormuz. "Kapal-kapal ini harus menunggu giliran. Kami ingin memastikan semuanya lewat dengan selamat karena situasi sangat tegang," ujar Mohamad, seperti dilansir The Sun.my.

Menlu Malaysia menyebut adanya kendala komunikasi di zona konflik. "Kadang instruksi dari Teheran tidak sampai ke petugas di Selat Hormuz secara efektif karena gangguan teknis selama konflik berlangsung," tambahnya.

Selain masalah logistik, Mohamad Hasan juga memaparkan kondisi terkini warga Malaysia di kawasan konflik. Komunikasi dengan warga Malaysia di Iran saat ini sangat terbatas akibat gangguan jaringan, namun keselamatan mereka terus dipantau secara ketat.

Kemudian, Pemerintah Malaysia menegaskan tidak ada larangan untuk melaksanakan ibadah Umrah karena wilayah udara Arab Saudi masih dibuka.

Meski penerbangan tetap beroperasi, pemerintah menyarankan publik untuk menunda perjalanan non-esensial ke wilayah terdampak konflik.

"Jika bisa ditunda, lebih baik dilakukan di tengah situasi yang tidak menentu ini," tegasnya dalam acara Open House Idulfitri di Rantau, Sabtu (28/3).

(wiw) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]