Rusia Untung Rp12,8 T per Hari dari Perang Iran vs AS-Israel

CNN Indonesia
Sabtu, 28 Mar 2026 16:30 WIB
Rusia disebut meraup sekitar US$760 juta (Rp12,89 triliun) per hari dari ekspor minyak di tengah perang Iran vs AS-Israel yang mengerek harga minyak global.
Rusia disebut meraup sekitar US$760 juta (Rp12,89 triliun) per hari dari ekspor minyak di tengah perang Iran vs AS-Israel yang mengerek harga minyak global. Ilustras. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono).
Jakarta, CNN Indonesia --

Rusia disebut meraup sekitar US$760 juta atau setara Rp12,89 triliun (asumsi kurs Rp16.970 per dolar) per hari dari ekspor minyak di tengah perang Iran vs AS-Israel yang memicu kenaikan harga minyak mentah global.

Mengutip TRT World, penjualan minyak dan gas Rusia diperkirakan akan hampir dua kali lipat bulan ini, naik dari sekitar US$12 miliar atau Rp203,6 triliun menjadi hampir US$24 miliar atau Rp407,2 triliun berdasarkan data dari Institut Sekolah Ekonomi Kiev (KSE).

Hal ini seiring Moskow mendapat manfaat dari harga yang lebih tinggi dan penangguhan sanksi AS sementara.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bahkan, apabila konflik berakhir dalam beberapa minggu ke depan, pendapatan ekspor minyak dan gas tahunan Rusia diproyeksikan mencapai US$218,5 miliar atau Rp3.707,29 triliun tahun ini.

Angka tersebut setara dengan tambahan pendapatan tak terduga sebesar US$84 miliar atau Rp1.425,22 triliun.

"Naik 63 persen dibandingkan skenario di mana pasokan energi Timur Tengah tetap tidak terganggu," kata KSE.

Sementara itu, jika konflik berlanjut selama enam bulan lagi, pendapatan tahunan dapat naik menjadi US$386,5 miliar atau Rp6.557,75 triliun. Angka tersebut hampir 188 persen di atas perkiraan pra-krisis, menurut proyeksi yang sama.

Dalam pertemuan di Kremlin mengenai isu-isu ekonomi pada Senin (23/3), Putin mengatakan perusahaan minyak dan gas harus menggunakan pendapatan tambahan dari harga hidrokarbon yang lebih tinggi untuk mengurangi utang mereka kepada bank-bank domestik.

"Perusahaan minyak dan gas Rusia harus mempertimbangkan penggunaan pendapatan tambahan dari kenaikan harga hidrokarbon global untuk mengurangi beban utang dan melunasi utang mereka kepada bank-bank domestik. Ini akan menjadi keputusan yang bijaksana," ujar Putin.

Laporan tersebut menyebutkan Rusia juga diuntungkan oleh penangguhan sanksi sementara AS yang mencakup beberapa muatan minyak yang telah dimuat ke kapal tanker, sehingga mengurangi risiko transaksi bagi pembeli.

[Gambas:Video CNN]

(fln/sfr) Add as a preferred
source on Google