Rupiah Menguat ke Rp16.904 per Dolar AS Kamis Sore
Nilai tukar rupiah berada di level Rp16.904 per dolar AS pada Kamis (26/3) sore. Mata uang Garuda menguat 7 poin atau 0,04 persen dari perdagangan sebelumnya.
Sementara, kurs referensi Bank Indonesia (BI), Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) menempatkan rupiah di posisi Rp16.903 per dolar AS.
Mata uang di kawasan Asia cenderung melemah terhadap greenback. Ringgit Malaysia keok 0,72 persen, bath Thailand minus 0,4 persen, peso Filipina melemah 0,25 persen, dan won Korea turun 0,19 persen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kemudian, dolar Singapura melemah 0,12 persen, dolar Hong Kong loyo 0,08 persen, yuan China minus 0,02 persen, dan yen Jepang turun 0,01 persen.
Sementara itu, mata uang utama negara maju bergerak bervariasi. Tercatat poundsterling Inggris melemah 0,08 persen dan dolar Singapura minus 0,1 persen. Di sisi lain, euro menguat 0,01 persen. 0,56 persen.
Analis Mata Uang Doo Financial Futures Lukman Leong menilai rupiah sebenarnya masih tertekan oleh penguatan dolar AS dan sentimen risk off pasar.
Kendati demikian, faktor domestik mampu menahan pelemahannya, salah satunya berkat kebijakan efisiensi anggaran pemerintah. Efisiensi itu termasuk menyasar program Makan Bergizi Gratis yang ditargetkan mencapai Rp40 triliun per tahun.
"Ada harapan yang mendukung (rupiah) dari pernyataan pemerintah yg meyakinkan bahwa defisit akan tetap di bawah 3 persen (terhadap Pendapatan Domestik Bruto)," ujar Lukman kepada CNNIndonesia.com.
Besok, Lukman memperkirakan rupiah masih dalam tekanan di tengah harga minyak yang kembali naik serta ketidakpastian prospek perdamaian di Timur Tengah.
"Rupiah diperkirakan bergerak di range Rp16.850-Rp16.950 per dolar AS," ujarnya.
(sfr) Add
as a preferred source on Google