Slovenia Batasi Beli BBM Maksimal 50 L Imbas Perang Iran vs AS-Israel

CNN Indonesia
Kamis, 26 Mar 2026 13:56 WIB
Slovenia membatasi pembelian bahan bakar minyak (BBM) 50 liter per hari untuk kendaraan pribadi guna mengatasi kelangkaan di SPBU.
Slovenia membatasi pembelian bahan bakar minyak (BBM) 50 liter per hari untuk kendaraan pribadi guna mengatasi kelangkaan di SPBU. Ilustrasi. (iStockphoto/ThanachaiKesonpikul).
Jakarta, CNN Indonesia --

Slovenia membatasi pembelian bahan bakar minyak (BBM) 50 liter per hari untuk kendaraan pribadi guna mengatasi kelangkaan di SPBU.

Kondisi kelangkaan tersebut dipicu oleh praktik penimbunan serta fenomena pengisian bahan bakar lintas negara sebagai imbas dari konflik Timur Tengah setelah Amerika Serikat (AS) dan Israel menyerang Iran.

Pengisian lintas negara ini merujuk pada pengemudi dari negara tetangga, khususnya Austria, yang memanfaatkan harga BBM di Slovenia yang lebih murah

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Perdana Menteri Slovenia Robert Golob menetapkan, selain kendaraan pribadi, pembatasan pengisian BBM juga berlaku untuk perusahaan dan konsumen prioritas seperti petani maksimal 200 liter per hari.

Meski ada pembatasan, Robert Golob memastikan stok BBM Slovenia masih aman dan tidak akan terjadi kelangkaan total.

"Stok bahan bakar di Slovenia mencukupi, gudang-gudang dalam kondisi penuh, dan tidak akan ada kelangkaan bahan bakar," katanya dilansir dari Reuters pada Kamis (26/3).

Pembatasan beli BBM ini diterapkan bertepatan dengan penyelenggaraan pemilu di negara tersebut.

Pemerintah sebelumnya menyoroti kinerja perusahaan distributor minyak terbesar di Slovenia, yaitu Petrol.

Pada Minggu (22/3), Pemerintah Slovenia menuding Petrol gagal mengatasi gangguan distribusi BBM yang terjadi.

Pemerintah Slovenia kemudian menginstruksikan penyelidikan terkait dugaan pelanggaran dalam perdagangan bahan bakar dan pengelolaan infrastruktur kritis. Pemerintah Slovenia sendiri memiliki saham sebesar 32,3 persen di Petrol.

Sovereign Wealth Fund Slovenia pun diminta menggelar rapat pemegang saham untuk melakukan audit khusus terhadap operasi logistik Petrol sejak 16 Maret.

Selain itu, Kementerian Dalam Negeri Slovenia telah diperintahkan menyerahkan laporan kepada aparat penegak hukum terkait dugaan tindak pidana oleh sejumlah staf Petrol.

Menanggapi tuduhan tersebut, pihak Petrol membantah adanya pelanggaran. Mereka menyebut gangguan pasokan di sejumlah SPBU terjadi akibat lonjakan permintaan yang tiba-tiba dalam beberapa hari terakhir.

Mereka membantah adanya ketidakteraturan atau tanggung jawab atas kelangkaan tersebut.

"Tim koordinasi krisis terus memantau situasi untuk menstabilkan pasokan," ujar pihak Petrol.

Pemerintah Slovenia pun mengerahkan militer dalam rangka mendukung distribusi BBM.

Pemerintah juga mengimbau pelaku ritel untuk menyiapkan langkah khusus bagi pengemudi asing yang ingin mengisi BBM di Slovenia, namun belum merinci bentuk kebijakan yang dimaksud.

Pada Minggu lalu, banyak SPBU di Slovenia yang tutup. Sementara itu, SPBU milik grup MOL asal Hungaria tetap buka, tetapi telah membatasi pembelian lebih ketat, yakni hanya 30 liter untuk kendaraan pribadi.

[Gambas:Video CNN]

(dhz/sfr) Add as a preferred
source on Google